Home / Berita Terkait / Bali Berpotensi Jadi Ikon Pengembangan Energi Baru Terbarukan

Bali Berpotensi Jadi Ikon Pengembangan Energi Baru Terbarukan

REDAKSIBALI.COM. PT. PLN (Persero) mengaku sudah berkomitmen untuk mengembangkan energi terbarukan. Hal tersebut telah diwujudkan dengan adanya pembangunan pembangkit listrik terbarukan di sejumlah kawasan. Data pada tahun 2017 menunjukkan, komposisi pembangkit energi baru terbarukan yang dibangun terdapat sebanyak 24.883 MW dari PLTU, 11.262 MW dari PLTGU, 5.771 dari PLTD, 4.010 MW dari PLTA, 3.944 MW dari PLTD/PLTMG, 16 MW dari PLTS, 381 MW PLTM, dan 189 MW PLTBm/PLTBg/PLTSa.

Kepala Divisi Energi Baru dan Terbarukan, Direktorat Pengadaan Strategis 1 PT. PLN (Persero), Dewanto saat mengisi diskusi Masa Depan Energi Terbarukan di Bali, Kamis, (15/02) di Kubu Kopi Jalan Hayam Wuruk, Denpasar menuturkan, PLN telah menyusun strategi pengembangan energi baru terbarukan dengan mengoptimalkan pengembangan pembangkit energi baru terbarukan yang memiliki potensi besar yaitu PLTP, PLTA, PLTS, dan PLTB.

Strategi berikutnya, lanjut Dewanto, PLN akan memaksimalkan potensi energi baru terbarukan setempat untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Indonesia Timur berupa PLTBg, PLTBm, PLTS, dan PLTB. PLN juga mengembangkan hybrid sistem untuk daerah-daerah yang sudah dipasok dari PLTD dengan jam nyala dibawah 12 jam/hari. Selain itu, PLN turut mengembangkan smart grid dan control system untuk meningkatkan penetrasi energi terbarukan dalam sistem PLN.

PLN juga akan melakukan pemakaian biofuel untuk PLTD eksisting serta mengoptimalisasi pengembangan energi baru terbarukan dengan potensi-potensi daerah. Hal ini dikembangkan pada daerah-daerah yang dijadikan pemeritah sebagai ikon pengembangan energi terbarukan. Menurut Dewanto, Bali memiliki kesempatan yang sangat besar untuk dijadikan sebagai ikon pengembangan energi baru terbarukan. “Bali memiliki potensi yang sangat besar dan terbuka peluangnya karena sebagai daerah pariwisata internasional,” terangnya.

Senada dengan hal tersebut, Made Iwan Dewantama sebagai Manager Bali Concervation International (CI) Indonesia, menekankan agar Bali didorong untuk menjadi center of exellence mengenai bidang energi terutama energi baru terbarukan. Menurutnya, pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia sangat terlambat dan sangat kecil. Padahal, menurut Iwan, cadangan batu bara sebagai pengembangan energi di Indonesia sangat terbatas. “Padahal di negara lain itu menyimpan cadangan batu bara, kita di Indonesia malah sibuk menggunakan dan menjual,” kata Iwan.

Ia mengingatkan, di masyarakat Bali persoalan energi secara kosmologis menjadi komponen dalam kehidupan sehari-hari. Bali mempunyai ajaran Sad Kherti dimana terdapat Bhuana Alit dan Bhuana Agung. Bhuana Alit menunjukkan bahwa energi berada didalam diri setiap manusia dan Bhuana Agung menunjukkan bahwa energi berada pada alam yang sangat luas. Orang Bali telah dibekali dengan pengetahuan yang lengkap sehingga bisa mengolah energi dengan optimal. “Bali ikut berdosa kalau energi dari fosil, itu tidak sesuai dengan ajaran filosofi orang Bali, tutur Iwan.

Menurut Iwan, potensi energi baru terbarukan di Bali sangat besar dengan adanya solar panel dan biogas. Oleh karena itu, Iwan mendorong Bali harus menjadi model pengembangan energi baru terbarukan dan mengerem penumbuhan penggunaan energi serta masyarakat Bali kedepan harus memiliki mindset hemat energi. (sui)

 

Sumber : redaksibali.com

Komentar

Komentar

x

Check Also

Sampah Bukan Sahabat Penyu

Indonesia dikutip dari Jambeck et al., (2015) menduduki posisi ke dua terbesar penyumbang sampah plastik dunia sebesar 0.48–1.29 jutaan ton/tahun yang dibuang ke laut setelah Cina. Selain itu rata-rata penduduk Indonesia memproduksi sampah mencapa 0,8 kg/ hari (Prawira, 2014) dan bisa dimungkinkan jumlah ini akan bertambah setiap tahunnya, mengingat adanya angka ...

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow