Home / Bali / Bali Krisis Listrik, Conservation Indonesia Silakan Jawa Bali Crossing Dibangun

Bali Krisis Listrik, Conservation Indonesia Silakan Jawa Bali Crossing Dibangun

Bisnis.com, DENPASAR – Conservation International mempersilakan jika transmisi Jawa Bali Crossing tetap dibangun untuk mengatasi ancaman krisis listrik di Pulau Dewata.

Hanya saja, Program Manager Conservation Indonesia Bali Iwan Dewantama mempertanyakan kembali pasokan kebutuhan energi dari keberadaan transmisi tersebut untuk siapa. Menurutnya, pasokan energi dari transmisi tersebut hanya untuk memenuhi kepentingan industri pariwisata.

“Yang membuat kebutuhan listrik meningkat tajam siapa? Orang Bali ingin sekali tidak menggunakan energi listrik secara boros. Energi listrik Bali kebutuhannya meningkat gradual dan memang semakin tajam jika tidak ada energi terbarukan,” jelasnya, Kamis (15/2/2018).

Iwan mengakui apabila acuan pembangunan JBC adalah adalah industri pariwisata, maka transmisi tersebut memang dibutuhkan. Dia mencontohkan, di Sanur saja berencana dibangun hotel 4 lantai dengan 170-an kamar, kemudian Trans Studio akan hadir di Imam Bonjol yang akan menyaingi Trans Studio di Jawa.

Selain itu, akan ada pembangunan mal di Denpasar yang sudah pasti membutuhkan pasokan listrik besar. Dia mengaku mendapat sejumlah informasi tersebur karena ikut dalam proses penilaian amdal. Lebih lanjut dijelaskan bahwa sejumlah pembangunan itu membutuhkan energi listrik.

Namun ditegaskan kembali olehnya, sampai kapan kondisi memanjakan tersebut akan terus dipelihara tanpa adanya tindakan penghematan sekaligus pembangunan energi baru terbarukan (EBT). EBT dinilai lebih cocok dikembangkan di Pulau Dewata dibandingkan memanfaatkan transmisi yang energinya dari PLTU berbahan batubara.

SDM yang dimiliki dinilai sudah mampu, hanya tinggal memanfaatkan saja secara massal. Ditopang lagi dengan potensi solar panel, biogas karena sapi banyak, energi pasang surut air laut, serta arus bawah laut. Pemanfaatan potensi itu akan lebih mudah lagi apabila pemda memaksa pelaku usaha pariwisata menggunakan EBT.

“JBC silakan jalan karena sudah jadi program pemerintah,  tapi kita sebagai masyarakat Bali masak mau terus dimanjakan tanpa ada usaha misalnya membuat EBT,” sentilnya.

 

Sumber : bisnis.com

Penulis : Feri Kristianto

Komentar

Komentar

x

Check Also

Sampah Bukan Sahabat Penyu

Indonesia dikutip dari Jambeck et al., (2015) menduduki posisi ke dua terbesar penyumbang sampah plastik dunia sebesar 0.48–1.29 jutaan ton/tahun yang dibuang ke laut setelah Cina. Selain itu rata-rata penduduk Indonesia memproduksi sampah mencapa 0,8 kg/ hari (Prawira, 2014) dan bisa dimungkinkan jumlah ini akan bertambah setiap tahunnya, mengingat adanya angka ...

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow