Home / Bali / Berawal dari Gebang menjadi Hiasan Penjor

Berawal dari Gebang menjadi Hiasan Penjor

Gebang adalah nama lokal yang disematkan oleh warga Dukuh dan sekitarnya untuk tumbuhan dari jenis Agave sisalana Perrine. Dulu tumbuhan ini dipandang sebagai gulma oleh penduduk setempat, namun belakangan diambil serat daunnya, untuk kemudian dijual ke Sukawati, Gianyar dalam bentuk Gembrang. Gembrang adalah serat Gebang yang telah diikat sedemikian rupa menyerupai untaian benang. Di Sukawati, Gembrang ini dijadikan bahan kerajinan, yang lumrah adalah sebagai bahan ‘rambut’ Rangda, atau hiasan penjor.

Warga di Desa Dukuh mengambil serat Gebang dari daunnya dengan cara konvensional. Sebuah penjepit sederhana dibuat dari setengah bilah bambu dengan panjang kurang lebih 25 cm. Celah dibuat di tengah-tengahnya, dengan lebar sedikit lebih sempit dari ketebalan daun Gebang. Daun Gebang yang akan diambil seratnya adalah daun yang sudah cukup tua, dengan panjang 120 – 150 cm, lebar 6 – 8 cm. Untuk mengambil seratnya, sehelai daun Gebang terlebih dahulu dibagi menjadi 4 hingga 5, tergantung lebar helaian daun Gebang. Ujung daun dimasukkan ke celah penjepit dari bambu, kemudian ditarik berulang-ulang dengan tangan. Tarikan dan penjepit akan menghancurkan sebagian besar jaringan daun Gebang, menyisakan hanya serat-serat kuat berwarna putih.

Conservation International Indonesia saat ini sedang mendampingi masyarakat lokal di desa ini, dalam peningkatan kapasitas untuk dapat menghasilkan berbagai produk alternatif lain dari serat Gebang. Ini tidak hanya akan baik bagi ekonomi penduduk lokal, namun juga sangat penting dalam aspek ekologi. Gebang mampu tumbuh di lahan-lahan kering dan berpasir, dan sangat efektif dalam memegang tanah permukaan. Tumbuhan seperti ini sangat diperlukan di kawasan seperti Dukuh yang memiliki tingkat kelerengan tinggi dan rentan mengalami erosi saat musim hujan. Tidak terbatas untuk kebaikan konservasi tanah, dengan turut mengurangi runoff saat musim hujan, Gebang juga akan mampu berkontribusi dalam menjaga kesehatan ekosistem terumbu karang di laut Tulamben.

Mau lihat tanaman gebang yang diolah menjadi gembrang? Ikutan jelajah Desa Dukuh bisa jawabannya! Perajin gebang yang dengan kekuatan tangan mereka mengambil serat gebang akan menunjukkanmu caranya. Daftar disini ya!

 

Komentar

Komentar

x

Check Also

Perayaan Hari Lingkungan Hidup, Warga Karangasem Perkuat Ekosistem Hutan

KARANGASEM– Ratusan orang yang hadir dalam perayaan Hari Lingkungan Hidup dengan tema “Gunung dan Hutan adalah Kita” membuat suasana berbeda di Desa Dukuh, Karangasem, Bali pada 30 Juni 2018. Perayaan ini diisi serangkaian kegiatan yang bertujuan memperkuat pemahaman akan peran penting ekosistem hutan di Desa Dukuh bagi kehidupan masyarakat serta ...

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow