Home / Nyegara Gunung

Nyegara Gunung

Manisnya Gula Ental dari Tangan Pengrajin Dukuh

Beranjak dari penatnya hiruk pikuk kota menuju ke pesisir timur Pulau Bali, jajaran pohon Lontar menjadi pemandangan lumrah di Desa Tulamben dan Dukuh. Dua desa yang berlokasi hulu-hilir ini memiliki karakter tanah yang sama, kering dan berpasir. Maka kondisi tersebut menjadi tempat ideal untuk tumbuhnya pohon Lontar. Lontar atau lebih ...

Read More »

Gunung dan Hutan adalah Kita

Gunung dan Hutan adalah Kita. Apa yang terbesit dalam pikiranmu ketika membaca kalimat tersebut? Gunung dan hutan menjadi eksosistem yang saling terkait satu sama lain, rumah bagi keanekaragaman hayati flora dan fauna. Manusia pun bergantung pada ekosistem ini. Seperti halnya Desa Dukuh yang berlokasi di kaki Gunung Agung dan berbatasan ...

Read More »

Pemetaan Partisipatif Dukuh : Langkah Awal Membangun Desa

Setelah menjalani pelatihan pemetaan selama 2 hari, tim pemetaan Dukuh bersiap turun lapangan. Okta Sumantara, tim pendamping pemetaan Desa Dukuh asal Tulamben sudah bersiap berangkat dari rumahnya di Dusun Muntig, Tulamben. Waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 pagi, dirinya bergegas menuju Dusun Bhuana Kusuma, Desa Dukuh. Perlu waktu sekitar 30 menit ...

Read More »

Pemetaan Partisipatif Desa Dukuh

Jumat pagi, 23 Maret 2018 nampak 24 laki-laki telah berkumpul di aula Kantor Desa Dukuh. Mereka bersiap mengikuti kegiatan hari ini : Pelatihan Pemetaan Partisipatif Desa Dukuh. Masing-masing warga yang terpilih dari 6 dusun yang ada ini ke depannya akan melakukan pemetaan partisipatif. Pemetaan dilakukan untuk membuat peta Desa Dukuh ...

Read More »

Bibit Cendana, Tanda Cinta Gunung Agung

KARANGASEM, kanalbali.com – Perhatian ke Gunung Agung saat ini masih di seputar kondisi pasca erupsi termasuk soal penanganan pengungsi. Namun tepat di Hari Valentine, Rabu 14 Februari 2018, warga Desa Dukuh dan Tulamben mendapat tanda cinta yang berbeda. Sebanyak 510 bibit Cendana (Santalum album) didistribusikan kepada kelompok tani yang berada ...

Read More »

Merintis Pengelolaan Ekosistem Gunung dan Laut Pasca Letusan Gunung Agung. Seperti Apa?

Aktivitas vulkanologi Gunung Agung telah turun dengan dinyatakan dari status awas (level IV) ke siaga (level III) pada 10 Februari lalu dengan radius kawasan rawan bencana 4 km dari puncak. Pasca letusannya meninggalkan kondisi lahan dan tanah garapan warga yang rusak. Setelah beberapa bulan mengungsi, warga memerlukan dukungan untuk kembali ...

Read More »

Survei Lokasi Calon Zona Inti Takedan dan Gili Selang

Setelah melalui proses yang cukup panjang sejak tahun 2015 dan melalui rangkaian pertemuan dengan para pihak terkait telah dihasilkan kesepakatan zonasi KKP Karangasem. Zona-zona ini terbagi dalam zona perikanan berkelanjutan, zona pariwisata berkelanjutan, zona inti dan zona lainnya yaitu zona rehabilitasi karang, donor karang dan zona tambat jukung. Adapun luas ...

Read More »

Mangrove-Bin, Bagaimana Tindak Lanjutnya?

Pemantauan limbah yang dilakukan di Sungai Ijo Gading kini memasuki tahap ketiga. April 2017 lalu telah dilakukan penandatanga­nan perjanjian kerjasama monitoring sampah dan pelepasan alat pengumpul sampah “Man­grove-Bin” di Sungai Ijo Gading. Kesepakatan tersebut telah ditandatangani oleh CI Indonesia, Balai Riset dan Observasi Laut – Kementerian Kelautan dan Perikanan (BROL-KKP), ...

Read More »

Seperti Galapagos, Bali Perlu “Heritage Fund”

DENPASAR, BALIPOST.com – Alam dan sosial budaya merupakan aset utama Bali dalam mengembangkan pariwisata. Utamanya yang terkait dengan konsep nyegara gunung, meliputi wana kertih (hutan), danu kertih (danau), dan segara kertih (laut). Sementara upaya pengelolaan dan pelestariannya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, perlu dibangun suatu sistem keuangan ...

Read More »

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow