Home / Bali / Ditinggal Ngungsi, Pantai Tulamben Jadi Sepi

Ditinggal Ngungsi, Pantai Tulamben Jadi Sepi

Meningkatnya aktivitas Gunung Agung ke level awas berpengaruh pada tingkat kunjungan wisatawan ke Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem yang dikenal dengan wisata baharinya seperti snorkeling dan diving.

Sejak Gunung Agung ditetapkan berstatus awas pada 22 September 2017 yang lalu, aktivitas pariwisata Tulamben lumpuh total. Ribuan warga mengungsi ke beberapa daerah yang aman. Sedangkan tamu yang check in dan sudah menetap di hotel yang ada di Tulamben dievakuasi ke beberapa tempat wisata lainnya seperti ke Padangbai, Kuta, dan Sanur. Dan tamu yang sudah booking kamar dibatalkan oleh management hotel. Semua hotel, restaurant dan jasa diving yang ada di Tulamben ditutup sementara sampai dinyatakan aman oleh Pemerintah Kabupaten Karangasem.

Desa Tulamben yang terdiri dari tujuh banjar dinas ini,  hampir 65 persen warganya bergelut di sektor pariwisata. Sehingga dampak dari status Gunung Agung berpengaruh besar pada  sistem ekonomi warga setempat. Meski demikian, I Nyoman Ardika. S. Pd. yang merupakan Perbekel Tulamben mengatakan bahwa masyarakat khawatir dengan keadaan seperti ini. Tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata saja, tapi berdampak besar pula pada semua sektor. Baik pertanian, peternakan, buruh, pedagang dan nelayan. “Ya…untuk mengantisipasi yang tidak diinginkan, kami ungsikan seluruh warga kami ke beberapa daerah seperti ke Kecamatan Abang, Kabupaten Buleleng dan ada juga mengungsi dengan pribadi seperti ke rumah sanak keluarga. Karena Desa Tulamben merupakan Kawasan Rawan Bencana baik itu letusan maupun erupsi dari Gunung Agung,” ujar Ardika.

Sementara itu, seorang buruh porter (jasa angkut tangki dive) Nyoman Nyelem mengatakan susah mencari nafkah karena situasi ini.  “Napi mangkin daar, alih-alihane be keweh. Biasanne tyang meburuh ngajang tangki polih seket tali lebih semenjak Gununge ker orange meletus terpaksa tyang ngungsi ke Buleleng ajak keluargane (apa yang sekarang dimakan, pekerjaan sulit. Biasanya saya jadi buruh angkut tangki dive dapat upah lima puluh ribu lebih. Sejak dikatakan Gunung Agung akan erupsi terpaksa saya mengungsi ke Buleleng bersama keluarga).

Sebelum status Gunung Agung awas, kunjungan wisatawan ke Tulamben signifikan banyaknya. Sampai ada salah satu hotel kelebihan bookingan. Sebelum ada situasi ini, tiap harinya lebih dari 100 penyelaman datang dari berbagai daerah untuk menikmati keindahan bawah laut Tulamben.

Oleh : Made Selamat

Peserta Anugerah Jurnalisme Warga 2017

Komentar

Komentar

x

Check Also

Kisah Kakek asal Biaslantang saat Letusan Gunung Agung Tahun 1963

“ Pada tahun 1963 saya berusia sekitar 6 atau 7 tahun. Waktu itu saya menjadi angkatan kedua di SD 1 Purwakerthi,” tutur I Made Badung, saksi sejarah saat Gunung Agung meletus tahun 1963. Sebelum meletus, para pengungsi sudah berdatangan dari Desa Datah dengan berjalan kaki, karena dulu akses transportasi belum secanggih ...

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow