Home / Bali / Edukasi Nyegara Gunung di Posko Pengungsian Culik dan Bunutan

Edukasi Nyegara Gunung di Posko Pengungsian Culik dan Bunutan

Conservation International Indonesia (CII) mengadakan rangkaian kegiatan “Edukasi Lingkungan” dan menyerahkan donasi pada tanggal 19 Oktober 2017 di Pos Pengungsian Setra Pura Dalem Culik dan Desa Bunutan, Karangasem Bali. Tempat yang dituju pertama yaitu di Pos Pengungsian Pura Dalem Setra Culik, dan dilanjutkan ke Pos Pengungsian di Desa Bunutan Karangasem. Kegiatan pertama dilakukan yaitu menyerahkan bantuan dari hasil sumbangan para donatur kepada warga pengungsi dan dilanjutkan dengan bermain bersama dengan anak-anak yang ada di pos pengungsi. Permainan yang akan diberikan yaitu permainan Ular Tangga Nyegara Gunung.

Anak-anak di Pos Pengungsian Culik sangat antusias dengan kehadiran tim CII dan sangat bersemangat untuk bermain Ular Tangga Nyegara Gunung. Peserta yang ikut bermain sebanyak 5 orang yang terdiri dari siswa kelas 4 SD hingga 1 SMP. Perjalanan selanjutnya adalah menuju Pos Pengungsian di Balai Banjar Bunutan. Anak-anak pengungsi disini cukup antusias dan Pewarta Warga Nyegara Gunung Sudhi dan Novi membantu peserta bermain Ular Tangga Nyegara Gunung ini. Permainan dilakukan sebanyak 2 sesi permainan. Sesi pertama dimainkan oleh anak-anak TK sampai SD kelas 1 sebanyak 3 orang peserta, dan sesi kedua dimainkan oleh anak-anak SD kelas 3 sampai kelas 1 SMP sebanyak 3 orang.

Permainan Ular Tangga Nyegara Gunung bertema lingkungan. Dimana di dalam permainan tersebut terdapat banyak gambar-gambar yang memiliki arti tersendiri. Peserta melempar dadu kemudian menjawab pertanyaan dari tim seputar isu lingkungan. Selain gambar yang bertema lingkungan gunung dan laut, terdapat juga gambar aksi yang memberikan kesempatan peserta permainan untuk melakukan aksi nyata dalam penyelamatan lingkungan. Peserta juga diminta bernyanyi lagu tentang alam, lingkungan maupun lagu-lagu wajib.

Tim CII melakukan edukasi lingkungan ini bertujuan agar anak-anak di pos pengungsian mengetahui kondisi lingkungan di gunung  dan di laut/segara secara umum , manfaat gunung dan laut bagi mereka, kerusakan yang terjadi jika kita merusak lingkungan tersebut, dan cara menanggulangi bencana yang terjadi di lingkungan tersebut serta cara menjaga lingkungan gunung maupun laut.

Upaya menyelamatkan lingkungan haruslah dimulai sejak dini. Mulai dengan mengenal, mengetahui kemudian beraksi. Karena manusia butuh alam untuk hidup. Maka pengetahuan tentang Nyegara Gunung lebih baik diperkenalkan sejak dini kepada anak-anak.

Komentar

Komentar

x

Check Also

Kisah Kakek asal Biaslantang saat Letusan Gunung Agung Tahun 1963

“ Pada tahun 1963 saya berusia sekitar 6 atau 7 tahun. Waktu itu saya menjadi angkatan kedua di SD 1 Purwakerthi,” tutur I Made Badung, saksi sejarah saat Gunung Agung meletus tahun 1963. Sebelum meletus, para pengungsi sudah berdatangan dari Desa Datah dengan berjalan kaki, karena dulu akses transportasi belum secanggih ...

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow