Home / Bali / Edukasi Nyegara Gunung di Posko Pengungsian Nyuhtebel

Edukasi Nyegara Gunung di Posko Pengungsian Nyuhtebel

Edukasi Nyegara Gunung kembali dilaksanakan. Bersama Pewarta Warga  Nyuhtebel, Tim Nyegara Gunung memberikan edukasi Nyegara Gunung bagi anak-anak pengungsi di Posko Pengungsian Desa Nyuhtebel. Terdapat tiga jenis permainan yang dibawakan bagi anak-anak di pos pengungsian yaitu permainan ular tangga, puzzle dan melengkapi bentuk-bentuk yang kosong.

Permainan puzzle dilakukan dengan mencocokan potongan gambar yang bertema lingkungan Gunung dan Laut, sehingga menjadi gambar yang sesuai bentuknya, setelah menata puzzlenya peserta wajib untuk menceritakan quote yang dimaksud dalam puzzle tersebut,. Fasilitator yang mendampingi pada permainan tersebut akan mendengarkan serta memberi arahan lebih lengkap mengenai quote yang dimaksud pada puzzle tersebut. Permainan ini diikuti oleh anak-anak SMP sebanyak 3 tim.

Dalam permainan Ular Tangga Nyegara Gunung terdapat banyak gambar-gambar yang memiliki arti tersendiri. Tim Nyegara Gunung melakukan edukasi lingkungan dengan tujuan agar anak-anak di pos pengungsian mengetahui kondisi lingkungan di gunung dan laut secara umum, manfaat Gunung dan Laut bagi mereka, kerusakan yang terjadi jika kita merusak lingkungan tersebut, dan cara menanggulagi bencama yang terjadi di lngkungan tersebut serta cara untuk menjaga lingkungan gunung maupun laut. Selain gambar yang bertema lingkungan Gunung dan Laut, terdapat juga gambar aksi yang berarti peserta melakukan aksi untuk menjaga lingkungan. Anak-anak juga bernyanyi lagu-lagu tentang alam, lingkungan maupun lagu-lagu wajib. Selain itu perserta wajib menjawab pertanyaan terkait lingkungan. Permainan dilakukan sebanyak 2 sesi, diikuti sebanyak 3 peserta di setiap sesinya mulai dari kelas 3 SD sampai kelas 1 SMP.

Permainan puzzle yang bertema lingkungan Gunung dan Laut diikuti oleh anak-anak TK dan SMP. Peserta memasang potongan gambar dan menceritakan gambar tersebut setelah semua potongan utuh. Ular Tangga dan Puzzle Nyegara Gunung menjadi bentuk permainan edukasi yang menarik antusias anak-anak untuk mengenal lingkungan.

Komentar

Komentar

x

Check Also

Kisah Kakek asal Biaslantang saat Letusan Gunung Agung Tahun 1963

“ Pada tahun 1963 saya berusia sekitar 6 atau 7 tahun. Waktu itu saya menjadi angkatan kedua di SD 1 Purwakerthi,” tutur I Made Badung, saksi sejarah saat Gunung Agung meletus tahun 1963. Sebelum meletus, para pengungsi sudah berdatangan dari Desa Datah dengan berjalan kaki, karena dulu akses transportasi belum secanggih ...

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow