Home / Province of Bali / (Indonesia) Desa Tulamben Susun Ranperdes Pengelolaan Sampah

(Indonesia) Desa Tulamben Susun Ranperdes Pengelolaan Sampah

Sorry, this entry is only available in Indonesian. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Sebagai bagian dari mengurangi tekanan terhadap Kawasan Konservasi Perairan Tulamben dengan mencegah masuknya sampah plastik dari darat ke laut, Conservation International Indonesia mendampingi Desa Tulamben untuk melakukan survei timbulan sampah rumah tangga dengan melibatkan 300 kepala keluarga sebagai responden yang tersebar di 6 dusun.

Survei ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pengelolaan sampah sebelum Perdes Pengelolaan Sampah diterapkan dan didapatkan data perkiraan rata-rata timbulan sampah rumah tangga per KK di Desa Tulamben sehingga Desa Tulamben bisa membuat kebijakan pengelolaan sampah yang lebih efektif dan efisien.Hasil survei yang dilaksanakan selama 3 hari didapatkan total timbulan sampah rumah tangga seberat 1879,64 Kg yang terdiri dari 390,4 kg sampah anorganik dan 1489,24 kg sampah organik. Hasil lain perilaku pengelolaan sampah oleh responden menunjukkan 39 KK yang berlangganan TPST, 230 KK membakar sampahnya, 28 KK membuang ke selokan dan 3 KK ditimbun.

Hal ini juga dikarenakan warga yang masih memiliki kebun belakang rumah yang luas. Sampah organik umumnya dijadikan pupuk. Sampah sisa makanan dijadikan pakan ternak. Sampah plastik dan residu masih menjadi masalah utama karena kurangnya pengetahuan warga dalam penanganan sampah tersebut skala rumah tangga. Dari hasil survei tersebut, beberapa rekomendasi yang ditawarkan yaitu perlu didorong kemauan untuk memilah sampah, mendorong pembuatan bank sampah unit di masing-masing banjar dan komitmen pengalokasian APBdes untuk pengelolaan sampah.

Nyoman Ardika selaku Kepala Desa Tulamben menyambut baik rekomendasi tersebut. Pihak pemerintah desa akan menindaklanjuti dengan mengesahkan perdes dan peraturan kepala desa untuk pembentukan bank sampah unit.

Harapannya peraturan desa yang dibuat dapat menjadi solusi pengelolaan sampah desa dan mencegah sampah rumah tangga mencemari KKP Karangasem. Hal ini juga sejalan dengan program Kabupaten Karangasem yang telah menerbitkan Kebijakan Dan Strategi Daerah (JAKSTRADA) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga awal Tahun 2019.

Komentar

Komentar

x

Check Also

(Indonesia) Setelah Reklamasi Pelabuhan Benoa Berhenti, Bagaimana Rehabilitasi Mangrove Kini?

Sorry, this entry is only available in Indonesian. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language. Gubernur Bali Wayan Koster mengirim surat ke Pelindo, ditembuskan ke sejumlah Kementerian untuk penghentian reklamasi perluasan Pelabuhan ...

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow