Home / Jurnalisme Warga / Bagaimana Masa Depan Candidasa?
foto-suwendra: pesisir candidasa yang dipasang krib untuk cegah abrasi

Bagaimana Masa Depan Candidasa?

Oleh Suwendra

Pagi yang cerah di ufuk Bali Timur, suasana alam nan asri di kawasan Obyek Wisata Candidasa terasa di hari Minggu ini.

Kawasan Obyek Wisata Candidasa terletak 65 km arah Timur dari Denpasar dengan jarak tempuh sekitar 2 jam perjalanan.

Kawasan Candidasa yang dulu dan kini jauh berbeda, dulu masa kanak-kanak kita bisa bermain di pinggir pantai dengan pantai yang putih nan asri yang kini berubah menjadi obyek wisata. Pemandangan pantai saat ini jauh berbeda, siapa yang bertanggung jawab atas abrasi yang terjadi di wilayah ini. Itu terjadi akibat masyarakat terdahulu mencari batu karang yang kebablasan untuk kehidupan sehari-hari. Dampaknya pantai kini terkena abrasi.

Pariwisata sudah berkembang sejak tahun 80an, masyarakat kawasan obyek wisata Candidasa sebagian besar sudah beralih mata pencahariannya ke pariwisata khususnya bekerja di obyek wisata Candidasa. Ada yang menjadi sopir, juru masak, waiter, dan yang lain.

Menurut penelitian dari Universitas Udayana, kawasan Candidasa dikunjungi wisatawan dikarenakan alam dan budaya di sekitarnya. Dan kini wisatawan turun drastis di antaranya karena Jalan raya padat dan pantai tidak putih lagi.

Pemerintah pusat dalam hal ini berupaya membangun krib pantai guna mengatasi abrasi, itu mengurangi keasrian kawasan pantai Candidasa.

Inilah kawasan Candidasa saat ini. I Ketut Kardi yang berkecimpung sebagai pedagang di kawasan Candidasa  menuturkan bahwa memang benar lalu lintas jalan raya Candidasa padat dan ramai. Para tamu yang berkeinginan menyebrang jalan membutuhkan waktu lama membuat para tamu agak kesal.

Apalagi pada saat truk truk beriringan membawa bahan bahan bangunan, inilah yang perlu penanganan lintas sektoral antar masing masing dinas terkait serta pemegang kebijakan di Karangasem khususnya dan Bali pada umumnya.

Mau dibawa ke mana kawasan Candidasa ke depannya?

Komentar

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

Desa Dukuh: Galaksi di Timur Bali

Sang mentari memberkati dengan sinar yang tiada henti. Deru angin yang berhembus panas menambah sensasi gersang nan tandus di desa ini. Namun kendati demikian, wilayah yang diselimuti pohon-pohon kering ini tak bisa dianggap remeh. Berbagai macam potensi justru tumbuh subur di daerah ini, kuasa Yang Maha Kuasa memang tak pernah ...

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow