Home / Bali / Bali Akan Meluncurkan Program Konservasi Perairan yang Terintegrasi

Bali Akan Meluncurkan Program Konservasi Perairan yang Terintegrasi

Artikel ini ditafsirkan dari artikel dalam Bahasa Inggris yang dipublikasikan oleh Bali Daily – The Jakarta Post, sebua media siber berskala nasional, pada tanggal 05 Desember 2013. Untuk membaca artikel asli dalam Bahasa Inggris, silakan klik tautan di bawah ini.

Pemerintah Provinsi Bali diharapkan untuk menyelesaikan sebuah rencana kerja Kawasan Konservasi Perairan yang akan mengintegrasikan upaya-upaya dalam pengelolaan konservasi secara berkelanjutan (sustainable, red.) di darat maupun di laut.

Made Iwan Dewantama, koordinator program KKP untuk Conservation International (CI) Indonesia mengatakan bahwa kawasan konservasi perairan yang telah ada di Bali, bersama-sama KKP yang sedang dalam proses pembentukan, akan diintegrasikan ke dalam Jejaring KKP Bali.

Kawasan-kawasan konservasi perairan tersebut akan ditetapkan berdasarkan prinsip-prinsip konservasi seperti zonasi dan pengelolaan wilayah, ujar Dewantama.

Bulan Juli (2013, red.) lalu, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono mendeklarasikan bahwa  pada tahun 2020, 20 juta hektar perairan di Indonesia akan dijadikan kawasan konservasi, yang akan dikelola secara efektif untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Bersama-sama dengan kalangan akademisi, masyarakat pesisir, pemerintah, organisasi wisata bahari termasuk peselancar, industri pariwisata dan pihak lainnya, CI Indonesia merupakan salah satu motor penggerak dalam pembentukan Jejaring KKP ini.

Di Bali, terdapat beberapa kawasan yang diperuntukan sebagai kawasan konservasi, termasuk (kawasan konservasi yang sudah ada, red.) Taman Nasional Bali Barat, Taman Wisata Alam Danau Buyan-Tamblingan, sertaTaman Hutan Rakyat Ngurah Rai. Kawasan Konservasi Perairan dapat dimanfaatkan juga untuk kepentingan pariwisata air maupun bahari, konservasi alam, dan juga aktifitas perikanan.

Industri wisata bahari di Bali membentang dari daerah Pantai Lovina di Kabupaten Buleleng, hingga Desa Tulamben di Kabupaten Karangasem, Nusa Lembongan di Kabupaten Klungkung serta Teluk Benoa di Kabupaten Badung.

“Kawasan Konservasi Perairan akan mendatangkan manfaat bagi banyak orang, dan dapat dikelolak secara tepat dan berkelanjutan,” tambah Dewantama.

Hingga tahun 2011, tercatat 214 perusahaan wisata bahari yang terdaftar dalam data yang dimiliki pemerintah provinsi. Namun, persebaran wisata bahari tersebut tidak berimbang, dengan mayoritas berada di Badung (67), Denpasar (94) dan Karangasem (34), sementara di Klungkung ‘hanya’ terdapat tiga perusahaan.

“Hanya ada tiga perusahaan wisata bahari di Klungkung,” ujar Dewantama.

Di Kabupaten Buleleng, pada tahun 2008 hingga 2009 atraksi lumba-lumba di Pantai Lovina menghasilkan sekitar USD 4.1 juta.

Sebuah studi yang diselenggarakan pada tahun 2012 menyatakan bahwa kegiatan selancar di Uluwatu dan Jimbaran memberikan kontribusi kepada perekonomian lokal hingga mencapai USD 8.4 juta dari sekitar 123,500 pengunjung.

Pada tahun 2011, 12 persen atau sebanyak 4,834 orang, bekerja di kawasan (yang dicalonkan sebagai, red.) konservasi perairan yang bisa dikembangkan sebagai cadangan dan pusat pengembangbiakan ikan.

I Made Sudarsana dari Dinas Kelautan dan Perikanan (Provinsi Bali, red.) mengatakan bahwa kegiatan pemanfaatan di dalam kawasan perairan tidak memberikan manfaat yang berimbang (khususnya, red.) bagi masyarakat lokal.

Berdasarkan dari hasil survei terkini, Buleleng memiliki tutupan karang seluas 3,500 hektar, yang diikuti dengan 1,400 hektar di Nusa Penida, serta 860 hektar di Jembrana.

“Potensi yang besar tersebut belum dikembangkan dan dikelola secara tepat,” ujar Sudarsana.

Reporter: Desy Nurhayati

Sumber: Bali Daily – The Jakarta Post

Komentar

Komentar

x

Check Also

Bergerak dari Desa Dukung Pengelolaan KKP Karangasem

Desa Tulamben sukses mengalokasikan anggaran desa untuk konservasi pesisir dan laut dengan pembuatan hexadome (rumah ikan buatan-red). Sementara Desa Bunutan baru saja menetapkan Peraturan Desa (Perdes) No. 4 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Pesisir Desa Bunutan tertanggal 27 Agustus 2019. Inisiatif menarik juga muncul dari Pokmaswas Tirta Segara Labuan Amuk, Desa ...

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow