Home / Jurnalisme Warga / Kerajinan Sandal “Ata” di Desa Sengkidu

Kerajinan Sandal “Ata” di Desa Sengkidu

Oleh Yuliani

Akar pohon yang biasa disebut ata ini tak hanya dianyam menjadi piring, tapi juga sandal dan dompet. Bahan baku kini dibeli dari luar Bali. Tersisa dua keluarga pengerajin ata di Desa Sengkidu.

Desa Sengkidu merupakan daerah pesisir yang terdiri dari dataran rendah dan perbukitan. Desa ini terletak di Kecamatam Manggis, Kabupaten Karangasem, Propinsi Bali, yang berjarak sekitar 50 Km dari kota Denpasar. Dilihat dari letaknya wilayah Desa Sengkidu memiliki potensi sebagai daerah pariwisata. Di Desa Sengkidu terdapat 2 hotel dengan klasifikasi berbintang 3 dan berbintang 4, selain itu terdapat pula villa, restaurant serta industri rumah tangga.

Industri rumah tangga yang ada di Desa Sengkidu beragam jenisnya, mulai dari industri rumah tangga di bidang makanan, kerajinan, dan kosmetik. Salah satu industri yang bergerak di bidang kerajinan adalah milik Bapak Ketut Randi.

Tempat Pembuatan kerajianan sandal dari ata ini beralamat di gang Ratna No. 7, Jl. Raya Sengkidu, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali. Usaha ini ia rintis bersama istrinya pada tahun 2000. Awalnya ia yang bekerja di kota Denpasar pada sebuah pabrik sandal ketika ia berumur 15 tahun. Karena merasa penghasilan yg diperoleh dari bekerja di pabrik sandal tidak kunjung merubah nasibnya menjadi lebih baik, ia memutuskan untuk kembali ke desa Sengkidu setelah merantau selama kurang lebih 9 tahun.

Pada tahun 2000 Ketut Randi bersama istrinya memulai usaha pembuatan sandal dari ata, berbekal kemampuan yang ia miliki selama bekerja di pabrik sandal di Denpasar. Modal awal yang ia miliki adalah sebesar Rp 1 juta. Ia gunakan modal itu untuk membeli mesin gerinda, lem, spon, kayu untuk alas sandal, dan bahan utamanya yaitu ata.

Ia berani untuk memulai usaha pembuatan sandal dari ata karena ia melihat keunikan tersendiri dari ata. Biasanya ata digunakan hanya untuk membuat kerajinan tangan berupa tempat tisu, tas, nampan, piring dan bokor. Tapi ia berinovasi untuk membuat sandal dari ata. Dari awal ia memulai usahanya semua dikerjakan sendiri mulai dari membeli bahan baku, membuat, sampai memasarkannya.

Kini usahanya semakin berkembang. Awalnya sandal-sandal ata yang ia hasilkan hanya dipasarkan di desa Tenganan Pengringsingan. Tapi kini sandal-sandal ata yang dibuat oleh Ketut Randi sudah mampu dipasarkan sampai artshop-artshop yang ada di Ubud. Saking berkembangnya usaha yang ia milliki, ada beberapa kendala yang ditemuinya. Seperti sulitnya membeli bahan baku pembuatan sandal terutama ata. “Dulu di Bali ada ata sekarang sudah dari luar Bali belinya,” kata Randi.

Pada awal usahanya ia membeli ata hanya dari pengepul Ata yang berasal dari Bali tapi kini ia harus membeli ata yang berasal dari luar pulau Bali kepada pengepul yang ada di desa Bungaya.

Ia optimis usaha yang ia geluti mampu bertahan lama karena sandal-sandal dari ata yang ia buat semakin hari semakin diminati wisatawan. Ini terbukti dari tingginya permintaan pasar terhadap sandal ata buatannya. Dalam 3 hari ia dapat membuat 20 pasang sandal ata.

Selama 3 hari itu ia hanya merangkai bahan-bahan setengah jadi untuk menjadi sebuah sandal yang siap dipakai, sedangkan proses dari bahan baku menjadi bahan setengah jadi dikerjakan oleh istrinya. Selain membuat sandal dari ata Ketut Randi bersama istrinya juga membuat dompet serta tas dari ata.

Dari usaha industri rumah tangga itu Ketut Randi mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya. Ia berharap akan muncul pengerajin-pengerajin lain seperti dirinya di Desa Sengkidu sebab sampai saat ini ia adalah satu-satunya pengrajin sandal dari ata yang ada di Desa Sengkidu. Satu pengerajin lagi tidak buat sandal.

Komentar

Komentar

x

Check Also

Desa Dukuh: Galaksi di Timur Bali

Sang mentari memberkati dengan sinar yang tiada henti. Deru angin yang berhembus panas menambah sensasi gersang nan tandus di desa ini. Namun kendati demikian, wilayah yang diselimuti pohon-pohon kering ini tak bisa dianggap remeh. Berbagai macam potensi justru tumbuh subur di daerah ini, kuasa Yang Maha Kuasa memang tak pernah ...

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow