Home / Bali / Kini ada YCI dan SASIH untuk Kelestarian Alam Bali

Kini ada YCI dan SASIH untuk Kelestarian Alam Bali

Ratusan anak muda dari berbagai sekolah dan universitas di Bali memadati Desa Budaya Kertalangu hadir dalam acara Peluncuran Youth Conservation Initiative (YCI), yang merupakan gagasan dari Conservation International (CI) Indonesia dengan merangkul dan melibatkan kaum muda baik yang berada di sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, kejuruan, mahasiswa di perguruan tinggi hingga kaum professional muda.

YCI Bali adalah gerakan mandiri berkelanjutan yang menyebarkan kesadaran dan solusi bagi kaum muda dan masyarakat untuk kelestarian alam Bali. YCI Bali merupakan rumah konservasi bagi kaum muda dan mereka yang bergabung didalamnya disebut SASIH (Sahabat Konservasi Hebat). “Hanya generasi muda yang hebat yang mampu menjawab tantangan persoalan lingkungan di masa yang akan datang,” ujar Iwan Dewantama selaku Senior Manager Bali Sunda Banda Seascape CI Indonesia yang menginisiasi gerakan ini.

Melalui SASIH, YCI Bali berfokus pada pengembangan kreativitas dan kapasitas generasi muda yang mencakup 4 (empat) aspek yaitu Kesadartahuan, Kontribusi, Koneksi dan Kompetensi yang sebelumnya telah diisi dengan beberapa kegiatan yaitu student gathering dan Live in YCI di Desa Dukuh, Karangasem awal Juli 2019.

Sebagai rangkaian peluncuran YCI Bali, dialog kebudayaan dihadirkan dengan tema Hutan dan Air yang juga menjadi tema YCI tahun ini. Dialog diisi oleh Direktur Kemitraan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dra. Jo Kumala Dewi, M.Sc., Vice President CI Indonesia, Ketut Sarjana Putra, Sony Wyarso Amiluhur, I Made Dwi Arbani dari Pusat pengendalian Pembangunan Ekoregion Bali Nusra dan Maria Angelia Milenia dari perwakilan YCI untuk melihat peran kaum muda dalam konservasi alam di Bali.

Acara peluncuran YCI ditandai dengan peluncuran logo YCI Bali diiringi dengan pemukulan kulkul oleh semua hadirin yang dipimpin langsung oleh Dra. Jo Kumala Dewi, M.Sc dan Ketut Sarjana Putra. Sebagai bentuk komitmen pelaksanaan program dan kegiatan konservasi alam dengan pelibatan kaum muda, Kepala SMKN 3 Denpasar, SMK Pariwisata Harapan, SMAN 1 Mengwi, SMKN 2 Denpasar dan SMKN 1 Sawan menandatangani nota kerjasama tentang Kemitraan Strategis Konservasi Alam Bali melalui Youth Conservation Initiative.

“Pada  prinsipnya SMKN 3 Denpasar sangat mendukung program peduli lingkungan karena SMKN 3 Denpasar adalah sekolah Adiwiyata Nasional dengan visi peduli lingkungan. Sehingga diprogramkan kegiatan-kegiatan yang bersinergi denngan lingkungan,” ungkap Drs. A A Bagus Wijaya Putra, M.Pd, Kepala SMKN 3 Denpasar. Lebih lanjut menurutnya, karena terbatasnya sumber daya yang dimiliki maka langkah SMKN 3 Denpasar adalah menjalin kerjasama dengan organisasi-organisasi yang bergerak dalam kegiatan peduli lingkungan salah satunya CI Indonesia.

Peluncuran YCI Bali ini diformat untuk menjadi ajang berjejaring antar kaum muda dari berbagai sekolah dan kaum muda dengan stakeholder penting lainnya mulai dari pemerintah, private sector hingga media. Tentunya diisi dengan pameran produk karya anak muda seperti produk makanan, fashion daur ulang, buku, dan poster riset.

Anak-anak muda pun berkesempatan unjuk kebolehan di acara ini seperti Tari Nelayan, Kelompok Lawak Duta Muda Bunutan dan penampilan musikus SMK Pariwisata Harapan. I Wayan Sudiantara salah satu pengisi acara dari Desa Bunutan, Karangasem mengungkapkan bahwa sangat senang bisa terlibat dalam kegiatan ini. “Bangga juga karena dipercaya untuk ikut berpartisipasi sambil menghibur teman-teman di Denpasar,” ungkapnya.

Kedepannya kehadiran YCI Bali secara bertahap akan terintegrasi dengan kegiatan konservasi dan atau pelestarian lingkungan hidup di institusi pendidikan baik di tingkat sekolah menengah maupun perguruan tinggi ditujukan untuk menciptakan generasi muda yang memiliki karakter dan bertanggung jawab terhadap konservasi alam khususnya di Bali dan dapat menjadi “duta terbaik” untuk berperan aktif dalam kegiatan konservasi alam baik ditingkat lokal, nasional maupun internasional.

Komentar

Komentar

x

Check Also

Desa Dukuh Masih Punya Bali

Tepatnya tanggal 8 Juli 2019, saya melakukan kegiatan Live in di Dusun Bahel, Desa Dukuh, Karangasem; bersama kawan-kawan dari Conservation International Indonesia. Awalnya sempat tidak percaya bisa terpilih menjadi salah satu peserta Live in, tapi pikir saya tidak ada salahnya mencoba; bermodalkan pengalaman yang sebelumnya pernah saya dapat, toh saya ...

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow