Home / Bali / Melihat Bali dari Jendela Desa Dukuh, Karangasem

Melihat Bali dari Jendela Desa Dukuh, Karangasem

Bali, pulau kecil yang sangat indah yang memiliki beribu magnet di dalamnya seakan membuat setiap orang yang menikmatinya langsung jatuh cinta kepadanya. Sama seperti saya, anak rantau yang terbiasa dengan hiruk pikuk kota namun langsung jatuh cinta pada setiap jengkal keindahan pula para dewa ini. Beruntung nya saya dipertemukan oleh sebuah lembaga yang berfokus pada konservasi alam Bali ini, Conservation International. Mereka mengadakan sebuah program bernama Youth Conservation Initiative  yang diperuntukan bagi anak muda untuk lebih aware terhadap Bali termaksud segala pemasalahan di dalamnya, dan tahun ini mereka mengangkat tema Air yang merupakan salah satu unsur terpenting dalam kehidupan kita. Untuk melihat permasalahan Bali kita diajak secara langsung untuk datang ke Desa Dukuh yang merupakan desa dampingan CI ini, dan perjalanan pun dimulai.

Perjalanan menuju Desa Dukuh ditempuh selama kurang lebih tiga jam dari Denpasar menggunakan bus, sepanjang perjalanan mata kami benar-benar dimajankan dengan berbagai pemandangan dari indahnya sawah sampai teduhnya laut di Timur Bali ini. Sesampainya di Desa Dukuh kami langsung diperkenalkan dengan para orang tua yang akan menampung kami selama tiga hari kedepan di Desa Dukuh ini, saya bersama Anjany dan Beni diasuh oleh ibu Sulastrini.

Sesampainya di rumah kami langsung disuguhkan lontar yang merupakan salah satu hasil utama di desa ini, pertama kalinya mencoba buah ini, enak dan manis, sangat cocok untuk menemani siang hari di Karangasem yang memiliki daerah gersang dan berdebu. Sembari mencoba dan melihat kebun ibu kami, ibu juga bercerita tentang kondisi di Desa Dukuh ini, banyak anak-anak di Desa Dukuh terutama Banjar Bahel ini yang putus sekolah. Rata – rata anak disini bersekolah sampai SD atau SMP kemudian mereka langsung bekerja untuk menopang perekonomian keluarganya. Salah satu anak ibu kami yang merupakan anak pertamanya juga mengalami hal demikian. Biasanya orang tua di desa ini mendapatkan penghasilan dengan mengolah tuak yang dihasilkan bunga dari pohon lontar menjadi arak, ataupun mengolahnya menjadi gula, membuat kulit tipat yang dijual seharga Rp 3000,- per 60 buahnya, membuat rambut barong dari serat tanaman Gebang, dan menjual kacang mete yang terdapat di kebun mereka.

Selain masalah ekonomi, masalah lain yang sangat mencolok juga ialah masalah air. Walau terletak di kaki gunung Agung, Desa Dukuh ini tidak memiliki mata air yang menyebabkan mereka sangat tergantung dengan air hujan. Setiap rumah di desa ini rata-rata memiliki penampungan air hujannya sendiri, jika hujan tak turun namun persediaan air hujan mereka sudah habis warga Desa Dukuh biasanya membeli air dari mata air yang terletak di Tulamben. Untuk satu tangki mobil air biasanya warga membeli seharga Rp 130.000,- untuk sekitar 2-3 minggu. Karena pada waktu lalu jalan menuju perumahan warga yang berada di atas sangatlah tidak mendukung, biasanya tangki mobil enggan untuk naik mengantarkan air ke atas sehingga dibuatlah suatu penampungan air hujan khusus untuk warga di atas yang sulit mengakses air. Penampungan air ini biasa disebut juga sebagai “ embung “. Karena terletak diatas dan sama sekali tak terhalangi pohon-pohon tinggi pemandangan dari embung ini sangatlah indah, dari sini kita dapat melihat secara langung gunung-gunung, serta laut yang sangat cantik dan menggugah hati.

Seperti yang saya katakan tadi bahwa biasanya ibu-ibu disini uga membuat rambut barong untuk menambah pendapatan mereka. Rambut ini biasanya terbuat dari serat tanaman gebang, seratnya ini diambil dengan menjepit daun gebang dengan sepasang kayu yang agak runcing dan menariknya, sehingga serat akan terpisah dari daunnya. Untuk menariknya sendiri diperlukan tenaga yang cukup ekstra, karena jika tidak serat tidak akan terpisahkan dari lapisan daunnya, getah dari gebang ini juga bisa membuat kulit kita gatal loh. Selain itu ibu-ibu disini juga biasa membuat gula dari getah lontar, namun sekarang mereka sudah memulai untuk memvariasikan gula mereka, menjadi gula semut.

Desa Dukuh juga memiliki hutan desa yang dibantu pula oleh CI dalam hal konservasinya, kami diajak untuk menuju ke salah satu post yang berada di hutan desa tersebut untuk melihat tanaman yang sedang ditanam dan dipelihara oleh CI dan relawan tani yang berada disini. Perjalanan ditempuh sekitar 45 menit pendakian dari point mobil menuju salah satu post terdekat yang berada di dalam desa hutan ini. Karena tanah disana sangatlah kering dipakailah irigasi tetes untuk menjaga agar tanaman disana tetap hidup. Irigasi tetes ini menggunakan botol plastik berukuran 1,5 liter dengan keadaan bagian bawah botol sudah dilubangi sehingga air bisa keluar kemudian ditanam di dekat dengan tanaman tersebut. Biasanya air di isi ulang setiap 3- 4 hari sekali. Selain ke hutan desa kami juga diajak untuk bermain treasure hunt di sebuah sungai kering yang dulunya sempat terlewati aliran lahar Gunung Agung, pemandangan disana sangatlah indah dengan dipenuhi bebatuan, dan berlatar belakang Gunung Agung.

Senang sekali rasanya bisa bergabung dalam program YCI ini, karena saya benar-benar merasakan pengalaman yang sangat tak terlupakan dan juga teman baru tentunya. Besar terima kasih juga saya sampaikan kepada Conservation International Bali yang telah menyelenggarakan program ini, dan juga semua teman-teman yang ada di live in ini, semoga benar-benar bisa membawa dampak yang lebih baik kepada masyarakat di desa dukuh kedepannya.

Oleh : Maria Angela Millenia (Universitas Udayana)

Komentar

Komentar

x

Check Also

Selamat! Pokmaswas Tirta Segara Raih 4 Terbaik Nasional

Pada Senin, 17 Februari 2020 bertempat di Manado, Sulawesi Utara dilakukan acara penyerahan penghargaan kepada Pokmaswas Terbaik tingkat nasional tahun 2019. Pokmaswas Tirta Segara Desa Antiga yang mewakili Provinsi Bali berhasil memperoleh 4 terbaik nasional tepatnya Juara Harapan dalam lomba pokmaswas tingkat nasional tahun 2019. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri ...

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow