Home / Bali / Pemandu Selam Tulamben Berperan Aktif Dalam Pemantauan Terumbu Karang

Pemandu Selam Tulamben Berperan Aktif Dalam Pemantauan Terumbu Karang

Kolaborasi berbagai pihak dalam pengelolaan kawasan pariwisata Desa Tulamben dipandang sebagai hal yang sangat krusial untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan yang mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat untuk jangka waktu yang panjang.

1

Andi Afriandi dari Yayasan Reef Check Indonesia sedang menyelenggarakan Sesi Kelas dalam Pelatihan Reef Check EcoDiver

Sebanyak sebelas orang pemandu selam ikut serta dalam pelatihan pemantauan karang Reef Check EcoDiver pada tanggal 22 hingga 25 September 2014 lalu di Desa Tulamben, Kabupaten Karangasem. Mereka terdiri atas pemandu selam lepas atau freelance, pemandu tetap dari operator selam yang berlokasi di Tulamben seperti Matahari Tulamben Resort, Dive and Spa,Aqua Dive, Bali Dive Quest, Sea Hua Hua dan Puri Madha Beach Hotel Dive Resort. Pelatihan ini diselenggarakan atas kerjasama Pemerintah Desa Tulamben dengan Conservation International (CI) Indonesia, Coral Reef Alliance (CORAL) dan Yayasan Reef Check Indonesia (YRCI).

2

Suasana Sesi Kelas dalam Pelatihan Reef Check EcoDiver di Kantor Desa Tulamben, Kabupaten Karangasem

I Made Jaya Ratha (Jaya) dari CI Indonesia menuturkan, “Pelatihan Reef Check EcoDiver yang dilakukan di Tulamben kali ini adalah kelanjutan dari pelatihan serupa yang telah dilakukan bersama dengan para operator selam di kawasan wisata Amed.” Prosedur pemantauan yang diperkenalkan dalam Pelatihan ini merupakan prosedur yang cukup sederhana dan telah digunakan secara global.

Jaya juga menambahkan, “Bahwa selain untuk meningkatkan kapasitas lokal untuk pemantauan terumbu karang, pelatihan ini juga dimaksudkan mendorong peran serta para pihak dalam upaya membangun pariwisata berkelanjutan di Tulamben.”

4

Sesi Perairan Terbuka (Open Water Session) dalam Pelatihan Reef Check EcoDiver di situs penyelaman Coral Garden, Desa Tulamben, Kabupaten Karangasem

Desa Tulamben merupakan salah satu tujuan wisata bahari di Kabupaten Karangasem yang berlokasi di pesisir timur Pulau Bali. Tulamben dapat dicapai melalui jalur darat yang ditempuh selama kurang lebih tiga jam dari Denpasar. Kawasan wisata ini sangat terkenal akan situs kapal karam USAT (United States Army Transport) Liberty yang berada di kedalaman delapan hingga tiga puluh meter di bawah laut, dan dapat dicapai oleh para penyelam langsung dari bibir pantai atau beach entry dive.

 

I Nyoman Ardika, Kepala Desa Tulamben, dalam sambutannya mengatakan bahwa “Selain situs kapal karam, kondisi karang dan biota yang hidup di dalamnya merupakan komponen utama yang menjadi daya tarik wistawan untuk berkunjung ke Tulamben. Oleh karenanya peran serta pelaku pariwisata untuk memantau kondisi terumbu karang di Tulamben ini sangatlah penting, khususnya bagi pemandu selam yang hampir setiap hari bersentuhan dengan kondisi di bawah air.”

3“Setiap harinya ada ratusan wisatawan yang datang untuk menyelam di situs USAT Liberty. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap laju kerusakan kapal akibat (paparan, red.) gelembung udara yang dilepaskan oleh para penyelam (terhadap situs kapal karam, red.). Untuk itu, pemantauan terhadap terumbu karang yang ada di situs penyelaman sekitarnya perlu dilakukan untuk memastikan kondisinya terjaga dengan baik. Harapannya, lokasi terumbu karang ini dapat digunakan sebagai situs alternatif (sebagai upaya, red.) untuk mengurangi tekanan terhadap shipwreck,” tambah I Nyoman Suastika, seorang pemandu selam asli Tulamben yang membantu jalannya Pelatihan.

Andi Afriandi (Andi) dari YRCI, yang dalam Pelatihan kali ini bertindak sebagai instruktur Pelatihan Reef Check EcoDiver, bertutur “Selain untuk memberikan informasi tentang kondisi terumbu karang, metode pemantauan Reef Check EcoDiver pun cukup menyenangkan buat penyelam karena cukup sederhana. Sehingga kegiatan ini dapat ditawarkan (kepada para wisatawan penyelam, red.) sebagai salah satu bentuk aktivitas penyelaman.”

Sektor pariwisata merupakan kontributor terbesar kedua untuk pendapatan daerah di Kabupaten Karangasem. Tulamben menempati posisi kedua setelah Pura Besakih untuk pemasukan dari sektor pariwisata. Kolaborasi berbagai pihak dalam pengelolaan kawasan pariwisata Desa Tulamben dipandang sebagai hal yang sangat krusial untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan yang mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat untuk jangka waktu yang panjang.

Komentar

Komentar

x

Check Also

Selamat! Pokmaswas Tirta Segara Raih 4 Terbaik Nasional

Pada Senin, 17 Februari 2020 bertempat di Manado, Sulawesi Utara dilakukan acara penyerahan penghargaan kepada Pokmaswas Terbaik tingkat nasional tahun 2019. Pokmaswas Tirta Segara Desa Antiga yang mewakili Provinsi Bali berhasil memperoleh 4 terbaik nasional tepatnya Juara Harapan dalam lomba pokmaswas tingkat nasional tahun 2019. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri ...

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow