Home / Bali / Sumber Mata Air Langit

Sumber Mata Air Langit

Saat tidak bisa berharap pada sumber mata air tanah, sumber mata air langit yang jadi jawabannya. Kurang lebih begitulah gambaran singkat tentang sebuah desa di kaki Gunung Agung, Desa Dukuh.

Desa Dukuh, sebuah desa yang lebih spesifik berlokasi di kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem. Jika mengenal destinasi wisata Tulamben, desa Dukuh merupakan desa yang posisinya berada di atas Tulamben. Meski Desa Dukuh dan Desa Tulamben memiliki jarak yang sangat dekat, namun nasib dua desa ini sangat jauh.

Jika Tulamben terkenal sebagai daerah tujuan wisata, maka Dukuh akan menjadi desa yang terkenal sebagai daerah tujuan mobil-mobil tangki pemasok air. Mobil-mobil tangki air yang ketika kemarau datang akan beberapa kali berkunjung ke Desa Dukuh ini. Ya, Desa Dukuh merupakan desa yang kebetulan memiliki kondisi kesulitan air.

Ya, kebetulan. Kebetulan saja Desa Dukuh ini menjadi desa yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan air, walau tak satupun warga desa pernah mendoakan hal tersebut terjadi. Di desa ini, sumber mata air menjadi barang yang sulit dicari. Bahkan menurut penuturan warga setempat, sumur bor pun sulit bahkan tak bisa untuk dijadikan sumber mata air.

Namun, mendengar Desa Dukuh yang kesulitan air. Jangan terlalu cepat menunjukan sikap rasa prihatin atau terlalu cepat berharap untuk mendengar cerita-cerita sedih dari warga desa tentang kesulitan mereka untuk mendapatkan air. DItengah paksaan alam yang tidak bisa menyediakan sumber mata air tanah, disinilah inovasi dan kreativitas warga desa dipaksa untuk muncul. Seolah tak habis akal, ketika sumber mata air tanah tak tersedia, warga desa membuat sendiri sumber mata air langit.

Ya, ditengah kesulitan mendapatkan air, air hujan yang turun dari langit menjadi salah satu jawaban untuk menanggulangi masalah mereka ini. Meski air hujan merupakan air yang tentu tidak sepenuhnya bersih, namun dari air hujan ini lah sebagian kegiatan sehari-hari selayaknya mandi ataupun mencuci dapat terpenuhi. Berbekal wadah penampungan dan atap yang dihubungkan dengan pipa penyalur air, melalui inilah warga Desa Dukuh memanen air hujan terutama saat musim penghujan yang selanjutnya dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Ataupun untuk disimpan guna memenuhi kebutuhan air saat hujan tidak turun lagi.

Selain kreativitas dalam mendapatkan air, kreativitas warga dalam melakukan penghematan pun terbilang unik. Jangan heran bila memasuki kamar mandi warga di Desa Dukuh ini kalian menemui ember berlubang di tengah yang tergantung di langit-langit kamar mandi. Ya, ini merupakan bentuk inovasi dari warga dalam menghemat penggunaan air mereka. Ember tersebut diisi air ketika mandi. Dari ember tersebut, kemudian air akan keluar mengalir perlahan. Dengan Teknik yang menyerupai konsep shower ini lah warga setidaknya menghemat air mereka untuk kegiatan mandi.

Mulai dari cara mendapatkan air dan menghemat penggunaan air warga di Desa Dukuh ini memang terbilang unik. Kreativitas dan semangat inovasi ini layak untuk diapresiasi. Namun demikian Desa Dukuh memerlukan solusi untuk masalah air yang lebih komperhensif. Meski warga telah berusaha untuk mendapatkan sumber air dan menghemat penggunaanya. Akan selalu ada kalanya persediaan air tersebut akan habis. Di saat inilah warga akan mengandalkan pasokan air dari mobil-mobil tangki yang dipasok dari Tulamben. Meski selama ini dengan pasokan air tersebut warga tidak pernah mengalami kekurangan air, namun diakui warga untuk mendatangkan air tersebut cukup dibutuhkan biaya. Mulai dari biaya pengiriman air. Maupun biaya pembuatan wadah penampungan air.

Di kondisi ini, pemerintah bukannya tutup mata. Pemerintah melalui kementrian terkait telah mengupayakan usaha-usaha untuk memenuhi kebutuhan air di desa dukuh. Salah satunya dengan pembangunan “embung”, sebuah waduk besar yang menampung air hujan yang diserap melalui pori-pori yang disalurkan melalui pipa. Hanya saja, jangkauan wilayah desa yang mampu menikmati manfaat “embung” ini masih terbatas. Hanya wilayah yang kira-kira berjarak 2 km saja menjadi daerah paling jauh yang bisa menikmai manfaatnya.

Upaya-upaya pengembangan pun sedang gencar dilakukan oleh tidak hanya lembaga pemerintahan namun juga lembaga non pemerintahan. Salah satunya yaitu program reforestasi dengan penanaman tanaman bamboo yang digalakkan oleh CI (Conservation International) Indonesia sebagai bagian dari program mereka yang dinamakan program “Nyegara Gunung”. Lewat reforestasi ini ditujukan agar kedepan, air tanah dapat tersimpah di wilayah Desa Dukuh ini sehingga mampu dimanfaatkan oleh warga kedepannya.

Upaya-upaya seperti dua contoh diatas hanyalah sebagian kecil upaya yang dapat dilakukan untuk alam di Desa Dukuh. Desa Dukuh akan selalu membutuhkan solusi-solusi dan ide kreatif untuk memecahkan masalah tentang air ini dari siapapun tidak hanya orang dewasa namun juga mereka kaum remaja. Tidak hanya mereka yang tergerak dalam LSM (Lembaga Sosial Masyarakat) namun juga oleh mereka yang masih duduk dibangku sekolah. Sudah menjadi kewajiban untuk kita menolong ala mini. Karena pada dasarnya, manusia butuh alam untuk hidup.

Penulis : Dwika Wahyudinata (SMAN 3 Denpasar)

 

Komentar

Komentar

x

Check Also

Selamat! Pokmaswas Tirta Segara Raih 4 Terbaik Nasional

Pada Senin, 17 Februari 2020 bertempat di Manado, Sulawesi Utara dilakukan acara penyerahan penghargaan kepada Pokmaswas Terbaik tingkat nasional tahun 2019. Pokmaswas Tirta Segara Desa Antiga yang mewakili Provinsi Bali berhasil memperoleh 4 terbaik nasional tepatnya Juara Harapan dalam lomba pokmaswas tingkat nasional tahun 2019. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri ...

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow