Home / Tag Archives: conservation international indonesia

Tag Archives: conservation international indonesia

Desa Tulamben Susun Ranperdes Pengelolaan Sampah

Sebagai bagian dari mengurangi tekanan terhadap Kawasan Konservasi Perairan Tulamben dengan mencegah masuknya sampah plastik dari darat ke laut, Conservation International Indonesia mendampingi Desa Tulamben untuk melakukan survei timbulan sampah rumah tangga dengan melibatkan 300 kepala keluarga sebagai responden yang tersebar di 6 dusun. Survei ini bertujuan untuk mengetahui perilaku ...

Read More »

Sosialisasi Ranperdes Pengelolaan Pesisir Desa Bunutan

Desa Bunutan yang wilayah lautnya masuk dalam Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Karangasem saat ini sedang dalam proses penyusunan Rancangan Peraturan Desa (Ranperdes) Pengelolaan Pesisir Desa Bunutan. Pembuatan Ranperdes dimaksudkan untuk melindungi dan melestarikan potensi pesisir Desa Bunutan. Kelestarian tersebut diharapkan mampu memberikan kesejahteraan yang berkelanjutan untuk masyarakat Desa Bunutan. Pengaturan ...

Read More »

Pengolahan Sampah Organik Menjadi POC di Desa Dukuh

Conservation International (CI) Indonesia dengan dukungan Nissan Global telah menyelenggarakan pelatihan pengolahan sisa daun Gebang yang sudah diambil seratnya untuk menjadi kompos dengan kandungan nutrisi yang lebih baik akhir Maret lalu. Pelatihan dilakukan di Balai Kelompok Darma Kerti yang diikuti anggota Kelompok Tani Ternak Darma Kerti di Dusun Bahel, Desa ...

Read More »

Langkah Awal Pengelolaan Sampah Desa Tulamben

Desa Tulamben merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, Indonesia. Desa Tulamben ini terkenal dengan keindahan pemandangan bawah lautnya dan menjadi salah satu destinasi terbaik untuk melakukan aktivitas snorkeling dan scuba diving di Bali. Bangkai kapal USAT Liberty sisa Perang Dunia II yang karam ...

Read More »

Apakah Bali punya Masa Depan untuk Kualitas Lingkungannya?

Sejumlah pihak khawatir dengan pembangunan dan pengelolaan tata ruang dan kewilayahan Bali di masa depan yang makin mengancam lingkungan Di bali mulai dirasakan adanya kerusakan lingkungan, bencana alam seperti erupsi gunung berapi, longsor, dan eksploitasi berlebihan seperti ancaman kekurangan air baku untuk irigasi maupun air minum dan alih fungsi lahan ...

Read More »

Degradasi Mangrove Indonesia: Fenomena Dieback Pada Kawasan Teluk Benoa Bali

Mangrove merupakan ekosistem khas pesisir di wilayah pasang surut air laut dengan karakteristik habitat yang unik di setiap jenisnya. Mangrove Indonesia terluas dunia yaitu 3,4 juta hektar, tetapi 1,82 juta ha mangrove Indonesia berada dalam keadaan kritis (2018) dan selama kurun waktu 2010 – 2015 terjadi degradasi mangrove seluas 260.859,32 ...

Read More »

Rompi Anti Peluru, Saatnya Yang Muda Berkarya

Di era globalisasi, tindak kriminalitas semakin menjadi-jadi. Persenjataan dan alat pelindung diri menjadi pusat perhatian di dalam dunia militer dan kepolisian. Namun di sudut lain tak sedikit dari generasi muda mulai melek dengan kehidupan di masa millenial ini. Seperti yang dilakoni enam anak muda SMAN 3 Denpasar ini. Mentari pagi ...

Read More »

Selamat ! Lima Tim Pewarta Muda Bali Terima Beasiswa Anugerah Jurnalisme Warga

DENPASAR, kanalbali.com — Sebanyak lima tim anak muda Bali berusia di bawah 25 tahun menerima beasiswa Anugerah Jurnalisme Warga BaleBengong 2018 untuk mendokumentasikan kabar hutan, kaki gunung, laut, dan kebun dari sejumlah desa di Bali. Koordinatornya adalah empat perempuan muda Ni Luh Putu Anjany Putri Suryaningsih, Made Daivi Candrika Seputri, ...

Read More »

Indeks Kesehatan Laut Bali Diluncurkan Hari Ini

Bali, 30 Oktober 2018 – Pemerintah Daerah Provinsi Bali dan Conservation International-Indonesia (CI Indonesia) hari ini meluncurkan Indeks Kesehatan Laut Bali atau Ocean Health Index (OHI)+ untuk Kawasan laut di Bali.  OHI Bali merupakan pilot project tingkat provinsi yang pertama kali diluncurkan di Indonesia. Tanda plus di belakang OHI menunjukkan ...

Read More »

Menghijaukan Kembali Giri Tohlangkir

Sebagai orang yang lahir dan besar di Desa Dukuh, I Gede Sumiarsa merasakan perubahan di desa kelahirannya. Pada 1990-an, ketika dia masih SD, desa di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu termasuk sejuk. “Suhunya adem dan seringkali dingin,” katanya. Ketika itu, Sumiarsa melanjutkan, air pun mudah didapat ...

Read More »

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow