Home / Berita Terkait / Pelatihan Untuk Anggota Kelompok Kerja KKP Kabupaten Jembrana: Sebuah Laporan Singkat

Pelatihan Untuk Anggota Kelompok Kerja KKP Kabupaten Jembrana: Sebuah Laporan Singkat

Kegiatan ini diharapkan mampu untuk meningkatkan kapasitas 33 peserta pelatihan yang berasal dari 24 instansi, khususnya berkaitan dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh masing-masing anggota Pokja sebagai sebuah entitas kolektif dalam melaksanakan tugas-tugasnya menuju tahap penetapan KKP.

Latar Belakang

Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Kelautan, Perikanan dan Kehutanannya (DKPK) menggandeng Conservation International (CI) Indonesia untuk menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan dan Taman Pesisir Kabupaten Jembrana” pada tanggal 6 hingga 9 Mei 2014 lalu. Pelatihan ini ditujukan bagi seluruh anggota Kelompok Kerja (Pokja) Penyusunan Rencana Pengelolaan dan Zonasi Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Kabupaten Jembrana, yang pembentukannya disahkan melalui sebuah SK Bupati pada tahun 2012 lalu.

IMG_7335

Susunan keanggotaan Pokja tersebut terdiri atas beragam institusi –baik pemerintah maupun non-pemerintah, yang memiliki kompetensi dan kewenangan yang bersifat lintas-sektoral, serta tidak hanya berasal dari wilayah Kabupaten Jembrana saja. Dilihat dari komposisinya keanggotaan Pokja ini dapat dikatakan sudah cukup ideal untuk bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. Dan dalam rangka mencapai tujuan kolektif tersebutlah kegiatan Pelatihan ini diselenggarakan; yaitu agar setiap perwakilan dari masing-masing institusi yang merupakan anggota Pokja tersebut memiliki kapasitas yang memadai untuk melakukan pekerjaannya sebagai sebuah entitas yang bersifat kolektif.

Serangkaian kegiatan telah dilakukan pasca-pengesahan Pokja, dan pada akhir tahun 2013 usulan calon kawasan konservasi perairan Kabupaten Jembrana direspon dengan sigap oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana dengan dicadangkannya usulan tersebut melalui SK Bupati Jembrana No. 778/DKPK/2013 tentang Pencadangan Kawasan Konservasi Perairan Kabupaten Jembrana. Pasca tahap pencadangan, beragam tugas telah menanti untuk digarap oleh Pokja mulai dari: penyusunan zonasi KKP; penyusunan rencana pengelolaan; serangkaian konsultasi publik dengan tema yang spesifik; hingga kepada pembentukan unit pengelola KKP.

Secara garis besar Pelatihan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan dan Taman Pesisir Kabupaten Jembrana yang diselenggarakan selama empat hari ini merupakan pelatihan yang berisikan materi-materi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pasca-pencadangan sebagaimana disebutkan di atas. Adapun topik-topik yang dipadatkan selama pelatihan mulai dari pengetahuan dasar mengenai KKP, KKP dan aktifitas perikanan berkelanjutan, KKP dan aktifitas pariwisata berkelanjutan, penyusunan zonasi KKP, penyusunan rencana pengelolaan KKP, KKP dan penegakan hukum, KKP dan Pendidikan, hingga kepada topik-topik lainnya yang lebih spesifik. Selain diisi dengan sesi-sesi pemaparan materi oleh perwakilan dari DKPK, CI Indonesia, serta beberapa pembicara tamu, mayoritas waktu dalam kegiatan ini diisi dengan sesi partisipatif yang melibatkan seluruh peserta melalui pengerjaan tugas dan presentasi dari masing-masing kelompok.

IMG_6713

Pelaksanaan Kegiatan

Pelatihan Pengelolaan KKP dan Taman Pesisir Kabupaten Jembrana dibuka oleh Ir. I Made Dwi Maharimbawa, M.Si. selaku Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Jembrana, Kepala Bidang Pengembangan Sumberdaya Kelautan dan Pesisir (PSDKP) DKPK Kabupaten Jembrana, Ir. Ketut Wardananaya, dan I Made Iwan Dewantama, Bali MPA Network Manager dari CI Indonesia. Pelatihan hari pertama (Selasa, 6 Mei 2014) mengetengahkan topik utama Pelatihan Dasar-dasar Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, yang di sela-sela sesinya diselipkan paparan mengenai “Jejaring KKP Bali: Mendorong Pengelolaan Sumberdaya Alam Perairan Bali Secara Terpadu” yang disampaikan oleh I Made Iwan Dewantama.


IMG_6922Hari Rabu, 7 Mei 2014, dimulai dengan pemaparan dari salah satu pembicara tamu, Dr. rer. nat. Agus Setiawan, M.Si. (Kepala Balai Penelitian dan Observasi Laut Kementrian Kelautan dan Perikanan), mengenai “Dinamika dan Variabilitas Laut.” Topik utama dari pelatihan hari kedua ini adalah mengenai KKP dan Perikanan yang seluruh sesinya disampaikan oleh Reinhart G. Paat dari CI Indonesia. Setelah beberapa sesi mengenai perikanan, kegiatan hari ini diselingi oleh pemaparan mengenai “Kebijakan KKP Indonesia” dari pembicara tamu lainnya, Muhammad Khazali (Marine Policy Manager dari CI Indonesia). Kepala DKPK Kabupaten Jembrana,IMG_7289 Ir. I Made Dwi Maharimbawa, M.Si. juga memberikan pemaparan mengenai “Kebijakan Pengelolaan Kelautan dan Pesisir di Kabupaten Jembrana,” yang disampaikan setelah sesi istirahat makan siang. Sebagai penutup pelatihan hari ini, Ketua sekaligus pendiri dari Yayasan Wisnu, I Made Suarnatha, menyampaikan presentasi bertajuk “Repositioning Bali untuk Keseimbangan Baru.”


IMG_6803Hari ketiga (Kamis, 8 Mei 2014) melanjutkan topik utama dari hari sebelumnya, KKP dan Perikanan, yang segera dilanjutkan dengan topik KKP dan Pariwisata Berkelanjutan yang dipandu oleh Ii Rosna Tarmidji dari CI Indonesia. Kegiatan di hari Kamis ini ditutup dengan penyampaian sebagian materi dari topik utama Perencanaan Zonasi KKP. Hingga hari ketiga ini, seluruh peserta Pelatihan telah menerima materi-materi yang sebagian besar bersifat umum, mulai dari pengetahuan dasar mengenai KKP, aktifitas-aktifitas yang mungkin dilaksanakan di dalam wilayah KKP, dan mulai mengerucut kepada materi yang terperinci, bersesuaian dengan tugas Pokja ke depan sebagaimana telah disebutkan sebelumnya.

IMG_7305 IMG_7125 IMG_6821

Hari terakhir (Jum’at, 9 Mei 2014) melanjutkan topik utama mengenai Perencanaan Zonasi KKP, yang lalu dilanjutkan dengan topik mengenai KKP dan Penegakan Hukum, dan topik KKP dan Pendidikan sebagai penutup kegiatan empat hari ini. Pelatihan Pengelolaan KKP dan Taman Pesisir Kabupaten Jembrana secara resmi ditutup oleh Kepala Bidang PSDKP DKPK Kabupaten Jembrana, Ir. Ketut Wardananaya dan I Made Iwan Dewantama dari CI Indonesia.

Kesimpulan dan Penutup

Kegiatan ini –melalui materi yang disampaikan dan latihan yang dilakukan selama empat hari pelaksanaannya, diharapkan mampu untuk meningkatkan kapasitas 33 peserta pelatihan yang berasal dari 24 instansi –baik pemerintah maupun non-pemerintah, khususnya berkaitan dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh masing-masing anggota Pokja sebagai sebuah entitas kolektif dalam melaksanakan tugas-tugasnya (penyusunan zonasi KKP Kabupaten Jembrana, penyusunan rencana pengelolaan KKP Kabupaten Jembrana, serangkaian konsultasi publik, pembentukan unit pengelola KKP Kabupaten Jembrana, dan lain-lain) menuju tahap penetapan KKP Kabupaten Jembrana.

Dalam beberapa sesi di Pelatihan ini, seluruh peserta Pelatihan menjabarkan langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan oleh masing-masing individu sebagai anggota Pokja KKP dalam kapasitas dan kompetensinya sebagai perwakilan dari instansi yang diwakilinya. Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Kelautan, Perikanan dan Kehutanan –sebagai lokomotif dari proses pembentukan KKP, diharapkan mampu memanfaatkan sebaik-baiknya hasil yang diperoleh dari Pelatihan ini, untuk selanjutnya mengkoordinir dan mengimplementasikan kapasitas dan kompetensi yang ada di dalam Pokja untuk menunaikan tugas-tugas yang telah menanti, yang kesemuanya bermuara kepada pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya kelautan pesisir Kabupaten Jembrana yang berkelanjutan.

Komentar

Komentar

x

Check Also

Bergerak dari Desa Dukung Pengelolaan KKP Karangasem

Desa Tulamben sukses mengalokasikan anggaran desa untuk konservasi pesisir dan laut dengan pembuatan hexadome (rumah ikan buatan-red). Sementara Desa Bunutan baru saja menetapkan Peraturan Desa (Perdes) No. 4 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Pesisir Desa Bunutan tertanggal 27 Agustus 2019. Inisiatif menarik juga muncul dari Pokmaswas Tirta Segara Labuan Amuk, Desa ...

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow