Home / Program / Karang Langka di Perairan Candidasa

Karang Langka di Perairan Candidasa

Oleh I Gede Agus Ada, Pewarta Warga dari Desa Bugbug

Pulau Dewata memiliki terumbu karang langka dan diduga satu-satunya ada di dunia tepatnya berada di Perairan Candidasa. Terumbu karang itu pertama ditemukan tahun 2011 oleh ahli terumbu karang dunia dan diberi nama Karang Jepun karena bentuknya menyerupai bunga Jepun, nama ilmiahnya adalah Euphyllia Baliensis.

Menurut I Wayan Widi seorang guide selam di Dive Resort mengatakan pernah melihat karang tersebut di perairan Candidasa daerah Tepekung atau di sekitar Biaha, tetapi dia belum tahu nama karang tersbeut. Jenis lain juga pernah dilihat seperti karang keras. Biota laut lainya juga pernah dia lihat seperti ikan hiu, mola-mola, penyu, tiger fish, dan lainnya.

Perairan di Candidasa sekarang sudah mulai rusak karena sejak dahulu sudah terjadi pengeboman karang di pesisir Candidasa. Hingga sekarang masih saja ada orang yang mengebom di perairan Candidasa. Biasanya orang pengebom melakukan aksinya di malam hari sekitar pukul 22.00 WITA. Tetapi hal tersebut sudah ditindaklanjuti oleh pihak polisi perairan Candidasa.

Biasanya para penyelam paling ramai di bulan Juni sampai Oktober. Sementara bulan Januari hingga Maret lebih sedikit pengunjungnya. Kalau ada yang mau melakukan penyelaman maka penyelam tersebut harus didampingi oleh guide. Para penyelam diharuskan berjarak kurang lebih 2 meter dari terumbu karang agar karang tidak dirusak oleh para penyelam. “Pada saat menyelam jika ditemukan sampah yang menyangkut di karang atau sekitarnya maka akan langsung dipungut dan ditampung sementara di kantong baju penyelam,” tutur Widi.

Dari pemerintah setempat belum ada organisasi pelestarian atau pembersihan di daerah pesisir candidasa. Pemilik usaha penyelaman Dive Resort ini yang bertempat di Candidasa punya rencana untuk membentuk organisasi tersebut tetapi terkendala dana.

Untuk upaya pelestarian nantinya akan dikelola dalam bentuk kerangka Kawasan Konservasi Perairan yang sekarang masih dirumuskan bersama pemerintah provinsi Bali. Upaya ini bukan hanya untuk pengelolaan karang jepun saja namun semua aspek kelautan dan perikanan di sana.

Bagaimanan dengan manfaatnya? Dengan adanya Karang Jepun ini, maka Indonesia memiliki daftar tambahan keanekaragaman hayati laut endemik yang tidak dimiliki oleh negara lain.   Hal ini mungkin saja tidak berdampak langsung terhadap pariwisata, namun memberikan ikon baru di wilayah Karangasem sebagai satu-satunya lokasi Karang Jepun tumbuh.

 

 

 

 

 

Komentar

Komentar

x

Check Also

Mengolah Hasil Perikanan, Mengembangkan Ekonomi Nelayan

Pada 19 Januari 2017, Pencadangan Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Karangasem telah disahkan oleh Gubernur Bali. Dengan luas total adalah 5.856, 31 ha, sembilan desa pesisir masuk dalam kategori desa penyangga KKP Karangasem. Usaha untuk meningkatkan kesadaran akan pengelolaan KKP dilakukan terus menerus. Salah satu yang menjadi prioritas utama adalah dukungan ...

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow