Home / Berita Terkait / KKP Kotamadya Denpasar

KKP Kotamadya Denpasar

 CIBDS20120916_7103Kota Denpasar memiliki wilayah pantai sepanjang 36.5 km, yang mencakup wilayah Pantai Biaung, Padanggalak, Sanur, Mertasari, Pemogan dan Pulau Serangan.  Selain pantai, Kota Denpasar juga memiliki ekosistem hutan bakau (641 ha. Mangrove Management Center Region I & BLH Kota Denpasar, 2011) dan padang lamun (475 ha. BLH Kota Denpasar, 2011).

Di bawah laut, tutupan terumbu karang di Kota Denpasar mencapai 255,51 ha, dengan 81.20% diantaranya berada dalam keadaan baik (BLH Kota Denpasar, 2011). Pemanfaatan ruang pesisir dan laut di Denpasar didominasi aktifitas penangkapan ikan dan wisata. Produksi perikanan laut kota Denpasar tahun 2011 mencapai 44,466 ton (Badan Pusat Statistik, 2012) dari sekitar 12,194 penduduk Denpasar yang berprofesi sebagai nelayan penuh (DKP Provinsi Bali, 2009), dengan jenis tangkapan beragam dari Kakap Putih, beragam jenis Tuna, hingga Tongkol Abu-abu.

Dari segi pariwisata, sejumlah 244,155 wisatawan asing menginap di Denpasar, yang tersebar di 23 hotel berbintang dan 227 buah akomodasi lainnya. Namun, seperti halnya di daerah lain di Bali, selain tekanan dahsyat yang diakibatkan oleh aktifitas perikanan dan pariwisata, keterbatasan ruang pemanfaatan merupakan potensi konflik yang bisa, dan mesti diantisipasi oleh pemerintah bersama-sama dengan masyarakat.

Pemerintah setempat telah memiliki Kajian Pengelolaan Daerah Pesisir yang rampung disusun pada tahun 2012 oleh Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar, yang dalam konteks pembentukan KKP dapat dijadikan sebagai “Kajian Awal” dalam proses menuju usulan inisiatif. Selain itu, Kotamadya Denpasar juga telah memiliki dokumen Rencana Strategis Wilayah Pesisir yang selesai disusun pada tahun 2012 dan menanti proses legislasi.

Komentar

Komentar

x

Check Also

Berharap Serat Sisal untuk Kehidupan

Gebang, demikian warga sekitar Desa Dukuh, kaki Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali ini menyebut tanaman perdu bernama latin Agave sisalana ini. Sejumlah negara dan media pertanian menyebutnya sisal sebagai nama universal. Ketut Artini dan Nengah Minggu adalah pasangan yang bertahun-tahun mengolah bilah-bilah gebang yang hidup di sekitar rumah mereka. ...

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow