Home / Cerita Warga / Krisna Duta Muda Hibur Pengungsi Gunung Agung

Krisna Duta Muda Hibur Pengungsi Gunung Agung

Sekaa Lawak Krisna Duta Muda Banjar Bunutan adalah kumpulan remaja yang menyalurkan hobinya dalam bidang kesenian seni komedi ala Bali. Sekaa yang didirikan pada tanggal 20 Januari 2016 oleh tiga pemuda bernama I Nyoman Mudiana selaku ketua, I Wayan Sudiantara selaku wakil, dan I Putu Wantiadi selaku bendahara. Beranggotakan 14 orang remaja yang berlatar belakang masih seorang siswa dan siswi.

Sekaa ini pertama kali tampil menghibur masyarakat di Banjar Dinas Kebon, Desa Kerta Mandala pada acara ulang tahun STT di tempat, dua kali tampil menghibur di Banjar Dinas Bunutan dalam Hari Raya Siwaratri dan juga di SMA Swastyastu Abang dalam acara pelepasan siswa-siswinya.

Tanggal 28 September 2017 lalu, Sekaa ini menghibur pengungsi Gunung Agung di Desa Bunutan. Inisiatif untuk menghibur dikemukakan oleh I Wayan Sudiantara dan I Nyoman Mudiana kepada anggotanya. Dengan meminta ijin terlebih dahulu kepada Kepala Desa dan juga Kepala Dinas Bunutan.

Setelah mendapatkan ijin mereka berhasil tampil menghibur secara spontanitas dengan judul : Tanpa Judul. Meskipun tampil spontanitas namun lawakan mereka membuat para pengungsi sangat terhibur. Puncak hiburan diisi dengan tarian joged yang ditarikan oleh Wayan Artini dan juga Ni Kadek Eka Suryani selaku anggota di sekaa lawak tersebut.

“Kami menghibur mereka (para pengungsi) merupakan inisiatif dan persetujuan bersama. Karena kami ingin berbaur dengan mereka, kami tahu bahwa kami tidak bisa memberikan bantuan berupa barang, namun kami bisa memberikan dukungan untuk tetap tabah menghadapi musibah ini, dan juga sedikit hiburan untuk menghilangkan rasa jenuh mereka selama di pengungsian,” ujar Sudiantara.

Sudiantara menambahkan Sekaa Lawak Krisna Duta Muda Banjar Dinas Bunutan berdoa dan berharap musibah ini cepat berlalu dan tidak akan pernah terjadi lagi selamanya. Untuk mereka yang berada di pengungsian sampai saat ini jangan pernah putus asa dan teruslah berdoa untuk yang terbaik bagi masyarakat Bali khususnya masyarakat Karangasem yang berada dalam Kawasan Rawan Bencana.

Pengungsi yang mereka hibur berasal dari Banjar Dinas Batu Dawa Kaja dan Batu Dawa Kelod, Tulamben. Terdiri dari anak-anak, balita, orang dewasa dan lansia yang berjumlah 889 orang.

Oleh : Sudhi Junior
Peserta Anugerah Jurnalisme Warga 2017

Komentar

Komentar

x

Check Also

Kisah Kakek asal Biaslantang saat Letusan Gunung Agung Tahun 1963

“ Pada tahun 1963 saya berusia sekitar 6 atau 7 tahun. Waktu itu saya menjadi angkatan kedua di SD 1 Purwakerthi,” tutur I Made Badung, saksi sejarah saat Gunung Agung meletus tahun 1963. Sebelum meletus, para pengungsi sudah berdatangan dari Desa Datah dengan berjalan kaki, karena dulu akses transportasi belum secanggih ...

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow