Home / Jembrana / Memperingati Hari Laut Sedunia

Memperingati Hari Laut Sedunia

Hari Laut Sedunia yang jatuh pada tanggal 8 Juni merupakan hari peringatan untuk menghargai laut-laut di dunia. Merayakan hasil-hasil yang disediakan oleh samudra, seperti makanan laut dan kehidupan laut untuk akuarium.

Dalam rangka memperingati hari laut sedunia, Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) di Jembrana mengadakan kegiatan mangrove clean up dan buka puasa bersama. Kegiatan ini diikuti oleh siswa/siswi SMA/SMK yang ada di Jembrana.

Peserta menyimak pemberian edukasi tentang laut

Peserta menyimak pemberian edukasi tentang laut

Sebelum mengadakan kegiatan, pihak BROL memberikan edukasi sekilas mengenai apa itu laut, hari laut, dan sampah plastik. Setelah itu para peserta memulai pembersihan yang dibagi menjadi 3 kelompok. Masing-masing kelompok ditugaskan melakukan pembersihan di lokasi yang berbeda-beda. Dimulai dari sebelah kanan kantor BROL sampai ke utara, depan kantor BROL, dan di sebelah kiri kantor BROL ke selatan sampai melewati jembatan.

Pada saat pembersihan, banyak sekali ditemukan sampah plastik, puntung rokok, hingga pampers bayi yang terdapat di antara pohon mangrove. Setelah selesai pembersihan, para peserta pun kembali ke kantor BROL. Sambil menunggu jam buka puasa, para peserta berfoto bersama untuk mengabadikan momen peringatan hari laut sedunia yang dilaksanakan hari ini. Setelah jam menunjukkan waktu berbuka puasa, para peserta bersama-sama menyantap makanan yang disediakan pihak BROL.

Dari kegiatan hari ini, saya berharap kepada seluruh masyarakat agar tidak membuang sampah secara sembarangan ke mangrove karena hal tersebut dapat berdampak pada ekosistem mangrove dan kemudian juga berdampak pada ekosistem laut. Mari kita menjaga lingkungan kita dari sampah plastik.

Tulisan oleh : Anggun Pradnyani

Komentar

Komentar

x

Check Also

Kisah Kakek asal Biaslantang saat Letusan Gunung Agung Tahun 1963

“ Pada tahun 1963 saya berusia sekitar 6 atau 7 tahun. Waktu itu saya menjadi angkatan kedua di SD 1 Purwakerthi,” tutur I Made Badung, saksi sejarah saat Gunung Agung meletus tahun 1963. Sebelum meletus, para pengungsi sudah berdatangan dari Desa Datah dengan berjalan kaki, karena dulu akses transportasi belum secanggih ...

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow