Home / Berita Terkait / Nyegara Gunung, Cara Bali Selaraskan Alam

Nyegara Gunung, Cara Bali Selaraskan Alam

Nyegara Gunung, Cara Bali Selaraskan AlamPeserta diajak memainkan kecepung, kesenian lokal Desa Dukuh di Karangasem, Bali. (Dok. CII)

Trubus.id — Gunung dan hutan adalah kita, tema dalam perayaan Hari Lingkungan Hidup yang diadakan di Desa Dukuh, Karangasem, Bali, Sabtu (30/6) lalu.

Perayaan ini diisi kegiatan yang bertujuan memperkuat pemahaman akan peran penting ekosistem hutan di Desa Dukuh bagi kehidupan masyarakat serta kelestarian ekosistem terumbu karang di perairan Tulamben, salah satu situs penyelaman terkenal dunia (Kapal Karam USAT Liberty). Keterhubungan ekosistem gunung dan laut ini selaras dengan filosofi Bali ‘Nyegara Gunung’.

Untuk memperkenalkan potensi alam dan peran penting ekosistem bagi kehidupan, peserta diajak melakukan jelajah desa mengunjungi rumah para pengrajin lokal seperti pembuat gula ental, arak, tuak dan mete; edukasi hutan dan gunung kepada anak-anak; penyerahan usulan Hak Pengelolaan Hutan Desa Dukuh; kunjungan ke rumah warga untuk melihat pembuatan produk lokal oleh para pengrajin lokal.

“Dalam konteks konservasi, gunung dan laut adalah daerah yang harus dijaga kesuciannya serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Laut telah memberikan manfaatnya untuk masyarakat Tulamben, namun gunung belum memberikan manfaatnya untuk masyarakat Dukuh, padahal mereka dikaruniai pohon lontar yang mempunyai nilai ekonomi sangat besar bagi masyarakat,” kata I Made Iwan Dewantama, Bali Program Manager Conservation International Indonesia (CII)

Sebagai mitra Pemerintah Provinsi Bali yang telah bekerja sejak 2008, CII melaksanakan program reforestasi dan pemberdayaan masyarakat di Desa Dukuh dan Desa Tulamben, sebagai bagian dari program di Bali yang menerapkan pendekatan Ridge to Reefs, selaras dengan filosofi masyarakat Bali bahwa ekosistem gunung dan laut merupakan satu kesatuan. [DF]

Sumber : life.trubus.id

Komentar

Komentar

x

Check Also

Berharap Serat Sisal untuk Kehidupan

Gebang, demikian warga sekitar Desa Dukuh, kaki Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali ini menyebut tanaman perdu bernama latin Agave sisalana ini. Sejumlah negara dan media pertanian menyebutnya sisal sebagai nama universal. Ketut Artini dan Nengah Minggu adalah pasangan yang bertahun-tahun mengolah bilah-bilah gebang yang hidup di sekitar rumah mereka. ...

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow