Home / Cerita Warga / Pantai Camplung dan Batumadeg, Dulu dan Kini

Pantai Camplung dan Batumadeg, Dulu dan Kini

Pantai Camplung dan Pantai Batumadeg terletak bersebelahan. Dua pantai ini terletak di sebelah barat Desa Bugbug dan di sebelah timur Desa Nyuhtebel.

Pantai yang masih menghiasi objek pariwisata Candidasa ini juga menjadi pembatas antara Desa Nyuhtebel dan Desa Bugbug. Selain itu juga sebagai pembatas antara Kecamatan Manggis dan Kecamatan Karangasem. Pantai Camplung masuk ke wilayah Desa Bugbug sementara Pantai Batumadeg masuk wilayah Desa Nyuhtebel.

Sebelum memasuki tahun 2000an, kedua pantai ini memiliki hamparan pasir putih yang indah dan banyak jenis biota laut. Bahkan tak perlu menyelam ke tengah laut  untuk menikmati keindahan biota lautnya. Pada masa itu hanya perlu menyelam sejauh 15 sampai 25 meter ke tengah dari bibir pantai saja sudah dapat menikmati beragam biota laut.

Namun seiring berjalannya waktu, kedua pantai ini mengalami abrasi. Pura Batumadeg yang awal mula terletak di bibir pantai Batumadeg terpaksa dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi. Hingga tempat awal Pura tersebut tenggelam oleh air laut yang semakin tinggi.

Kondisi Pantai Camplung sebelum diurug

Menanggulangi bencana abrasi, pemerintah daerah akhirnya berencana memperbaiki 2 pantai ini. Mulai dari mempercantik crib atau pemecah ombak, mengembalikan Pura Batumadeg ke tempat awal, hingga menyelamatkan Pantai Camplung yang terkena abrasi dengan cara diurug sebagian bibir pantai. Tujuan lainnya adalah menarik lebih banyak wisatawan.

Warga di sekitar pantai menyetujui rencana ini karena berharap dua pantai ini selamat dari bencana dan kembalinya pura Batumadeg sekaligus sebagai tempat melasti warga desa Nyuhtebel.

Memasuki tahun 2000-an mulailah proyek tersebut berjalan. Crib dipercantik dan Pantai Batumadeg diurug sekitar 100 meter ke tengah laut hingga membentuk daratan baru.

Material yang didatangkan pun berasal dari berbagai daerah salah satunya Gunung Agung. Material tersebut berupa batu-batuan, pasir, paving hingga kerikil berhasil mempercantik crib atau pemecah ombak dan mengurug Pantai Batumadeg.

Pantai Camplung setelah diurug dan dibangun Taman Cinta

Berbeda dengan Pantai Batumadeg, Pantai Camplung hanya diurug dengan kerikil hingga menutupi sisa pasir putihnya. Namun akses jalan menuju Pantai Camplung menjadi lebih bagus dari dulu. Dulu hanya dipenuhi rumput liar kering sementara kini sebuah taman untuk umum yang dikenal dengan Taman Cinta.

Menurut penuturan warga sekitar, Pantai Camplung mungkin akan diurug kembali dengan pasir putih seperti dulunya. Namun sampai sekarang, pasir putih di Pantai Camplung masih tertutup dengan material krikil tanpa diurug kembali dengan pasir putih.

Dua pantai ini sekejap berubah. Dari hamparan pasir putih alami hingga biota lautnya yang beragam, hilang. Warga sekitar hingga wisatawan yang dulunya banyak datang untuk mandi dan menyelam sekarang sudah sangat jarang ditemui.

Mungkinkah pantai tersebut dapat kembali dengan pasir pantai yang putih, bersih, serta biota laut yang beragam?

 

Tulisan oleh : Arya Wjaksana (Pewarta Warga Nyuhtebel)

Komentar

Komentar

x

Check Also

Kisah Kakek asal Biaslantang saat Letusan Gunung Agung Tahun 1963

“ Pada tahun 1963 saya berusia sekitar 6 atau 7 tahun. Waktu itu saya menjadi angkatan kedua di SD 1 Purwakerthi,” tutur I Made Badung, saksi sejarah saat Gunung Agung meletus tahun 1963. Sebelum meletus, para pengungsi sudah berdatangan dari Desa Datah dengan berjalan kaki, karena dulu akses transportasi belum secanggih ...

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow