Home / Bali / Pemerintah Harus Wajibkan Hotel Pakai EBT! Minimal 30%

Pemerintah Harus Wajibkan Hotel Pakai EBT! Minimal 30%

Kebutuhan akan energi listrik di Bali diprediksi terus meningkat. Hal ini disebabkan oleh semakin berkembangnya sektor industri terutama pariwisata. Sebagai tujuan wisata internasional, Bali terus mengedepankan industri pariwisata guna menyokong pendapatan daerah maupun nasional. Kedepan pariwisata akan terus dikembangkan, bahkan saat ini sudah ada rencana pembangunan trans studio dan mall besar di Denpasar sehingga kebutuhan energi listrik akan semakin meningkat. 

Sejalah dengan hal tersebut, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Ida Bagus Agung Parta mengungkapkan, saat ini di Bali sudah tersedia kurang lebih sebanyak 125 ribu kamar hotel. Sehingga menurutnya, hotel-hotel inilah yang menghabiskan banyak energi listrik. Kebutuhan listrik di hotel-hotel tersebut guna mendukung adanya TV, AC, water heater dan berbagai keperluan lainnya.

Disisi lain, pembangunan pembangkit tenaga listrik saat ini sangat tidak ramah lingkungan. Pembangkit listrik di Indonesia khususnya di Bali notabene masih mengandalkan batu bara yang dikirimkan dari luar daerah. Kedepan, menurut Agung Parta, sangat dibutuhkan pembangunan tenaga listrik alternatif yang ramah lingkungan. Ia mengaku sangat antusias dengan adanya pembangunan energi baru terbarukan (EBT). Kini dirinya sudah memiliki mesin potong rumput yang bertenaga listrik dan akan mengembangkan alat lain yang juga ramah lingkungan.

Selain itu, Agung Parta sebagai pengusaha industri pariwisata yang kurang lebih memiliki 500 kamar hotel berencana menggunakan solar panel untuk kebutuhan hotelnya sendiri. “Cuma belum ada sistem yang terintegrasi,” tuturnya saat menjadi pembicara dalam diskusi Masa Depan Energi Terbarukan di Bali, Kamis, (15/02) di Kubu Kopi Jalan Hayam Wuruk, Denpasar.

Sementara itu, Manager Bali Concervation International (CI) Indonesia, Made Iwan Dewantama menuturkan, industri pariwisata sebagai sektor yang paling besar dalam penggunaan listrik di Bali. “Secara gradual penggunaan listrik di Bali terus meningkat dikarenakan Bali masih sangat menarik untuk investasi. Jadi sektor industrilah yang menyerap energi sangat banyak dan kalau kita berbicara industri di Bali yang paling dominan adalah industri pariwisata,” tuturnya.

Kedepan, Iwan menekankan, agar Bali didorong untuk  menjadi center of exellence mengenai bidang energi terutama EBT. Menurutnya, pengembangan EBT di Indonesia sangat terlambat dan sangat kecil. Padahal cadangan batu bara sebagai pengembangan energi di Indonesia sangat terbatas. “Padahal di negara lain itu menyimpan cadangan batu bara, kita di Indonesia malah sibuk menggunakan dan menjual,” kata Iwan.

Sebagai langkah kongkrit, Iwan mengusulkan kepada pemerintah agar mewajibkan industri pariwisata untuk memakai EBT. “Kalau Gubernur mengatakan semua hotel, investasi-investasi di Bali minimal menggunakan 30% energi terbarukan, lumayan itu kalau diwajibkan. Saat ini ada program Bali Clean and Green. Kongkritnya harus ada dong di dalam energi terbarukan,” harap Iwan. (sui)

 

Sumber : redaksibali.com

Komentar

Komentar

x

Check Also

Perayaan Hari Lingkungan Hidup, Warga Karangasem Perkuat Ekosistem Hutan

KARANGASEM– Ratusan orang yang hadir dalam perayaan Hari Lingkungan Hidup dengan tema “Gunung dan Hutan adalah Kita” membuat suasana berbeda di Desa Dukuh, Karangasem, Bali pada 30 Juni 2018. Perayaan ini diisi serangkaian kegiatan yang bertujuan memperkuat pemahaman akan peran penting ekosistem hutan di Desa Dukuh bagi kehidupan masyarakat serta ...

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow