Home / Bali / Pemetaan Partisipatif Desa Dukuh

Pemetaan Partisipatif Desa Dukuh

Jumat pagi, 23 Maret 2018 nampak 24 laki-laki telah berkumpul di aula Kantor Desa Dukuh. Mereka bersiap mengikuti kegiatan hari ini : Pelatihan Pemetaan Partisipatif Desa Dukuh.

Masing-masing warga yang terpilih dari 6 dusun yang ada ini ke depannya akan melakukan pemetaan partisipatif. Pemetaan dilakukan untuk membuat peta Desa Dukuh sehingga desa bisa mengetahui potensi dan mengelolanya secara optimal. Partisipatif dalam artian melibatkan secara aktif anggota masyarakat dari perencanaan pemetaan sampai penggunaan hasil peta.

Kegiatan dibuka oleh Perbekel Dukuh, Gede Sumiarsa yang menyambut antusias kegiatan pemetaan partisipatif ini. “Cita-cita kita adalah membangun desa agar dikenal. Jadi mohon dukungan kepada masyarakat semua untuk membangun desa dan mengorbitkan potensi desa melalui pemetaan partisipatif ini,” ungkapnya.

Pihak desa berharap pemetaan ini dapat menjadi langkah nyata awal untuk Dukuh yang mampu mengelola dan mengembangkan segala potensi desanya secara mandiri. Salah satunya pengelolaan hutan desa secara berkelanjutan.

Melalui pemetaan partisipatif, warga akan memetakan batas wilayah dan potensi desa. Selama ini Desa Dukuh belum memiliki Peta Desa yang akurat. Sehingga pemetaan ini dipandang penting. Selain sebagai ajang belajar dan mendapat pengalaman baru seperti memahami peta, sistem GPS dan membuat pesa desa, kegiatan ini juga sebagai ajang “ngayah” untuk desa.

“Dengan pemetaan, kita bisa mendapat data yang lebih riil dan mengangkat potensi desa,” ungkap Nengah Sumidya, Kepala Kewilayahan Dusun Bahel yang juga tim pemetaan Desa Dukuh.

Setelah mendapat pelatihan selama dua hari, tim pemetaan siap untuk turun ke lapangan. Didampingi tim SIDESI Tulamben, tim pemetaan Dukuh bergerak mengambil batas masing-masing dusun.

Tim SIDESI Tulamben membantu dalam proses pemetaan sebagai upaya untuk membangun hubungan baik dan kerjasama antar desa hulu dan hilir ini. Desa Dukuh dan Tulamben menjadi model pengelolaan hulu hilir menjadi satu kesatuan sesuai dengan filosofi Nyegara Gunung.

Cuaca panas, terik dan kadang hujan tidak menyurutkan semangat tim pemetaan untuk memetakan desa mereka. Berjalan menyusuri hutan, sungai, dan jalan akan menjadi cerita ketika peta desa telah dibuat.

Komentar

Komentar

x

Check Also

Sampah Bukan Sahabat Penyu

Indonesia dikutip dari Jambeck et al., (2015) menduduki posisi ke dua terbesar penyumbang sampah plastik dunia sebesar 0.48–1.29 jutaan ton/tahun yang dibuang ke laut setelah Cina. Selain itu rata-rata penduduk Indonesia memproduksi sampah mencapa 0,8 kg/ hari (Prawira, 2014) dan bisa dimungkinkan jumlah ini akan bertambah setiap tahunnya, mengingat adanya angka ...

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow