Home / Bali / Pengolahan VCO di Desa Nyuhtebel

Pengolahan VCO di Desa Nyuhtebel

Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Kelapa Sari Makmur Desa Nyuhtebel, Ni Wayan Lateri menularkan penerapan teknologi tepat guna pengolahan minyak kelapa murni (virgin coconut oil) kepada anggota kelompoknya. Kegiatan diadakan pada 29 Desember 2016 di Balai Kelompok Banjar Karanganyar Desa Nyuhtebel. Ada 8 orang anggota mengikuti praktek pengolahan minyak VCO ini. Ni Wayan Lateri juga didampingi oleh Petugas PPL Pertanian, I Wayan Rumasih secara bersama-sama mengajarkan anggota KWT Kelapa Sari Makmur tentang teknologi tepat guna pengolahan minyak VCO.

I Wayan Rumasih menjelaskan bahwa ada 2 proses pengolahan santan kelapa menjadi minyak kelapa yaitu pengolahan dengan cara pemanasan (dimasak) dan pengolahan tanpa pemanasan. Minyak VCO adalah minyak kelapa yang dihasilkan dengan cara pengolahan santan kelapa tanpa pemanasan. Minyak ini disebut minyak kelapa murni (VCO). I Wayan Rumasih menyampaikan bahwa teknologi VCO ini sangat mudah untuk diterapkan dan juga murah biayanya serta cocok diterapkan untuk usaha skala kecil di rumah tangga petani.  Oleh karena itu teknologi tepat guna ini terus disebarkan ke kelompok-kelompok wanita tani di Desa Nyuhtebel khususnya.

Ni Wayan Lateri memandu anggota KWT mengolah minyak VCO mulai dari memilih buah kelapa yang sudah tua. Kelapa kemudian diparut untuk menjadi santan kelapa dan santan kental selanjutnya dipisahkan dari media air. Santan kental yang terpisah dari media air selanjutnya dicampur dengan air kelapa sebanyak 10%. Kemudian diaduk-aduk dan didiamkan selama 12 jam. Maka akan nampak di media tersebut minyak murni di bagian tengah media. Di bagian atasnya adalah blondo dan di bagian bawah adalah air. Minyak murni dipanen dengan menggunakan spite agar tidak tercampur dengan air dan blondo, lalu disaring menggunakan kertas filter. Minyak murni yang dipanen dengan menggunakan spite dituangkan ke dalam botol.

Ni Wayan Lateri telah menekuni pengolahan minyak kelapa murni sejak tahun 2009 dalam skala kecil. Lateri menularkan teknologi tersebut secara terus-menerus kepada anggota kelompok wanita tani. Kini sudah ada 5 orang anggota KWT Kelapa Sari yang menekuni usaha pengolahan minyak VCO skala kecil rumah tangga dan dapat memberikan hasil yang lumayan.

VCO dalam botol hasil olahan Kelompok Wanita Tani di Desa Nyuhtebel

Ni Wayan Lateri menuturkan pengalamannya mengolah minyak VCO kepada anggota bahwa dari 5 butir buah kelapa yang sudah tua diperoleh rata-rata 350 cc – 400 cc minyak VCO. Selain itu sisa minyak di bagian blondo dapat dimanfaatkan untuk minyak goreng antara 50 cc – 100 cc. Harga minyak VCO per 100 cc berkisar antara 15.000 hingga 20.000 rupiah. Harga minyak goreng per 600 cc berkisar 8.000 rupiah hingga 10.000 rupiah. Jadi harga minyak VCO lebih tinggi dari minyak goreng dan biaya pembuatan minyak VCO lebih rendah dari pembuatan minyak goreng karena tidak menggunakan pemanasan api.

Ni Wayan Lateri membuat minyak VCO setiap 2 – 3 hari sekali dengan 5 butir kelapa. Hasilnya dipasarkan di rumah saja dan diambil oleh pengepul dengan harga 17.500 rupiah per botol 100 cc. Stok tetap tersedia karena pemasaran masih terbatas. Jika suatu waktu ada pesanan khusus, maka produksi ditingkatkan sesuai pesanan.

Oleh : I Ketut Mudra (Perbekel dan Pewarta Nyuhtebel)

Komentar

Komentar

x

Check Also

Pengelolaan Sampah di Desa Sengkidu

Sampah merupakan sisa hasil kegiatan manusia. Sampah di mana-mana menjadi masalah namun jika kita arif dan bijaksana sampah dapat menjadi berkah.  Di dunia, sampah menjadi masalah global  namun bagi negara maju sampah sudah dapat terkelola dengan baik. Hal ini dikarenakan negara maju sudah mapan dengan teknologi tinggi begitu juga kebijakan ...

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow