Home / Bali / Pengusaha Pariwisata Karangasem Ikuti Sosialisasi KKP

Pengusaha Pariwisata Karangasem Ikuti Sosialisasi KKP

Karangasem, balipuspanews.com – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali bekerja sama dengan Conservation International (CI) Indonesia melakukan sosialisasi kawasan konservasi perairan (KKP) bersama seluruh pengusaha pariwisata di Manggis dan Padangbai.

Acara soaialisasi ini dilakukan langsung oleh Kabid Bidang Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali Made Sudarsana bersama Made Iwan Dewantama selaku Manager Program Bali Conservation International Indonesia, yang diikuti sekitar 47 pengusaha pariwisata Karangasem bertempat di salah satu restoran yang berada di Padangbai, pada Sabtu (27/1).

Menurut Made Iwan, pihaknya sebagai LSM ingin membantu, bagaimana laut itu agar menjadi lebih baik. Dalam hak ini peran antara pengusaha, nelayan dan pemerintah sangat penting demi kelangsungan pariwisata laut beserta isinya.

Dalam sosialisai tersebut, para pengusaha diberikan pemaparan terkait KKP beserta zona-zona yang nantinya memiliki aturannya masing – masing. Ada empat zona yang disosialisasikan, di antaranya ialah zona pariwisata, inti, perikanan dan zona lainnya (zona rehabilitasi karang dan donor karang).

Zona pariwisata sendiri mencangkup wilayah yang bisa dijadi untuk lokasi wisata. Zona perikanan berkelanjutan, yakni wilayah nelayan bisa menangkap ikan. Zona inti yang berarti zona yang benar-benar steril dari aktivitas pariwisata, maupun aktivitas nelayan atau tempat untuk berlindung dan berkembangnya ekosistem laut tanpa ada gangguan apapun. Sementara untuk zona lainnya, bisa juga disebut zona rehabilitasi karang dan donor karang.

Seperti yang diketahui, pada tahun 2014 keluar UU No. 23 yang menyebutkan segala sesuatu di perairan mulai dari 0 sampai 12 mil menjadi kewenangam dan tanggung jawab provinsi. Namun sampai sekarang, proses pengalihan ke provinsi masih belum selesai karena berbagai kendala. Oleh karena itu, dilakukan sosialisasi terkait KKP sebelum bisa disahkan kementerian.

Dipilihnya Karangasem sebagai lokasi sosialisasi, di samping karena mandat Undang-Undang, juga agar Indonesia di tahun 2019 punya 20 juta hektare KKP. Bali ditargetkan bisa berkontribusi sekitar 90 ribu hektare KKP. Selain target KKP, juga untuk membuat PAD Karangasem meningkat. Seperti yang diketahui sumber PAD Karangasem selama ini paling banyak datang dari sektor galian C. Di samping itu, juga bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya yang ada di pesisir Karangasem dan membangun pariwisata bahari yang berkualitas dunia di Kabupaten Karangasem.

Kabupaten Karangasem memiliki luas KKP sekitar 5.856 hektare yang tersebar di daerah Tulamben, Amed, Seraya, Purwa Kerti, Bunutan, sepertiga wilayah Seraya Timur dan di blok Manggis, Padangbai.

“Seperti di wilayah Amed ada 2 zona, yakni zona pariwisata yang berada di kawasan Jemeluk dan Bunutan. Sementara di kawasan Seraya Timur juga terdapat zona inti sekitar 1 kilometer yang bertujuan agar ada zona ikan dilindungi total, seperti di Gili Selang bisa disebut juga kawasan lindung spesies,” kata Iwan.

Selain itu, ke depan UPTD KKP Bali akan memiliki kordinator disetiap wilayah KKP bajkan sudah disiapkan juga berupa aplikasi pelaporan yang bisa diakses lewat telepon pintar oleh seluruh masyarakat yang bertujuan apabila ada sesuatu seperti sampah, ikan mati dan penyimpangan lainnya bisa segera dilaporkan melalui aplikasi tersebut.

Sumber : balipuspanews.com

Komentar

Komentar

x

Check Also

Pemetaan Partisipatif Dukuh : Langkah Awal Membangun Desa

Setelah menjalani pelatihan pemetaan selama 2 hari, tim pemetaan Dukuh bersiap turun lapangan. Okta Sumantara, tim pendamping pemetaan Desa Dukuh asal Tulamben sudah bersiap berangkat dari rumahnya di Dusun Muntig, Tulamben. Waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 pagi, dirinya bergegas menuju Dusun Bhuana Kusuma, Desa Dukuh. Perlu waktu sekitar 30 menit ...

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow