Home / Bali / Peringatan Hari Bumi 2018 “Satukan Aksi untuk Bumi Lestari”

Peringatan Hari Bumi 2018 “Satukan Aksi untuk Bumi Lestari”

Sebagai bentuk kepedulian dan wadah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keseimbangan ekosistem di bumi, Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) gelar rangkaian acara untuk memperingati Hari Bumi 2018. Acara digelar selama 3 hari, yaitu pada 16, 18 dan 19 April 2018 dengan melibatkan 100 peserta yang terdiri dari siswa/i se-Kabupaten Jembrana, UPT KKP dan Satker Pemerintah Daerah di Provinsi Bali serta LSM peduli lingkungan setempat.

Rangkaian acara digelar melalui “Kelas Lestari, Aksi Lestari, dan Talkshow Lestari” yang akan memberikan pemahaman kepada pelajar dan masyarakat mengenai arti penting kepedulian terhadap lingkungan serta menumbuhkan rasa cinta pada ekosistem laut dan pesisir di sekitarnya. Aksi Lestari diwujudkan dengan 1k beach clean up dan pelepasan 50 ekor tukik di pantai Perancak, pelepasan 1500 abalon dan 500 teripang di perairan pantai Penimbangan, serta deployment 15 unit bioreeftek di perairan Bali Utara. Pada puncak acara, dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk riset unggulan BROL antara lain Sistem Prediksi Kelautan (SIDIK), Album Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI) 2017, Album Prediksi Pasang Surut 2018, dan Panduan Teknis Bioreeftek.

Penurunan 25 unit bioreeftek di Pantai Penimbangan, Singaraja. Bioreeftek adalah terumbu karang buatan dari tempurung kelapa yang dikembangkan oleh BROL. Terumbu karang memiliki fungsi ekologis salah satunya tempat pemijahan ikan.

Kepala BROL, Dr. I Nyoman Radiarta menyatakan rangkaian Peringatan Hari Bumi diharapkan dapat memberikan stimulasi kepada masyarakat, pelajar, dan pihak-pihak lainnya untuk berkontribusi dan menunjukkan aksi nyata dalam mencintai dan menjaga lingkungan kita bersama sesuai dengan tugas dan peran masing-masing.

Melalui aksi ini, BROL sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP) berupaya mengajak pihak-pihak terkait dan generasi muda untuk turut memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian dan keseimbangan ekosistem serta dapat bersinergi untuk mewujudkan lingkungan pesisir dan laut yang baik sebagai komponen penting dalam menyokong keseimbangan alam.

 

Sumber : Press Release BROL Perancak

Komentar

Komentar

x

Check Also

Sampah Bukan Sahabat Penyu

Indonesia dikutip dari Jambeck et al., (2015) menduduki posisi ke dua terbesar penyumbang sampah plastik dunia sebesar 0.48–1.29 jutaan ton/tahun yang dibuang ke laut setelah Cina. Selain itu rata-rata penduduk Indonesia memproduksi sampah mencapa 0,8 kg/ hari (Prawira, 2014) dan bisa dimungkinkan jumlah ini akan bertambah setiap tahunnya, mengingat adanya angka ...

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow