Home / Jurnalisme Warga / Perusakan Terumbu Karang
Para penyelam kembali ke daratan setelah selesai menyelam

Perusakan Terumbu Karang

Pada Minggu, 13 September 2015 saya mewawancarai I Gede Buana, seorang penyelam asal Desa Culik, Karangasem dan Alec Cember, penyelam asal luar negeri. Keduanya mengatakan di daerah Amed – Jemeluk Bali Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem terjadi perusakan terumbu karang di kawasan pariwisata.

I Gede Buana mengatakan pernah menemukan orang yang menginjak karang di saat snorkling dan di saat air surut. Ada pula anak-anak Amed – Jemeluk buru-buru menaiki karang saat air surut untuk mencari ikan kecil ataupun mencari keong.

Seharusnya seorang penyelam yang melakukan aktivitas menyelam memiliki teknik menyelam dan tahu peraturan. Jika tidak bisa, dia harus mencari seorang guide untuk memantau.

Kita sebagai warga Amed – Jemeluk seharusnya menjaga kelestarian dan keindahan di dalam laut karena menjadi salah satu sumber ekonomi. Jika sampai merusak keindahan di dalam laut, I Gede Buana dan Alec Cember menjamin Amed – Jemeluk tidak akan maju. Maka dari itu kita harus menjaga mahkota yang diberikan oleh Tuhan. Berkat mahkota atau keindahan di Amed  – Jemeluk lebih maju dan sukses terus.

Terumbu karang rusak yang salah satu penyebabnya suhu air laut terlalu panas atau penyelam belum tahu teknik menyelam

Adapun Alec Cember dia sangat marah jika seorang penyelam merusak mahkota atau keindahan di dalam laut. Alec sangat kecewa jika karang dirusak maka tidak ada ikan kecil yang bersembunyi di bawah karang. Alec Cember menyuruh orang yang telah merusak terumbu karang membenahi atau mengambil karang yang telah dirusak ditaruh di tempat semula walaupun sudah rusak agar orang itu sadar betapa indahnya jika karang itu tumbuh berwarna-warni.

I Gede Buana dan Alec Cember memberikan solusi seperti:

  • Menempatkan tempat sampah
  • Ada dukungan antar pemerintah
  • Harus ada komunitas
  • Melakukan seminar terumbu karang
  • Menempatkan papan haturan

Papan peraturan sebelum menyelam di Amed – Jemeluk

Komentar

Komentar

x

Check Also

Tradisi Manda di Desa Adat Bugbug

Tradisi Manda ini dilaksanakan setahun sekali tepatnya setiap Sasih Kawulu nuju Busaya, sejeroning pangelong ping: 13 14 15. Upacara ini dilaksanakan berdasarkan atas kepercayaan turun temurun dari leluhur dan masyarakat Desa Adat Bugbug melaksanakan tradisi tersebut dengan apa adanya sesuai dengan yang diwariskan oleh leluhur mereka secara turun temurun. Tradisi ...

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow