Home / Bali / Seni Solah Genjek Bunutan, Sempat Bubar Kini Bersinar

Seni Solah Genjek Bunutan, Sempat Bubar Kini Bersinar

Genjek adalah seni tari dengan musik perkusi vokal, didalamnya berisikan untaian lagu-lagu  daerah yang dikemas dengan nada dan gerak-gerik yang kocak, mengundang tawa. Genjek biasanya dipadukan dengan tarian joged secara spontan.

Di Desa Bunutan pada tahun 1996 berdiri sebuah Kelompok Seni Solah Genjek bernama Sekaa Genjek Budi Dharma. Kala itu, sekaa ini diketuai oleh Nyoman Kondri (46 tahun). Sekaa Genjek ini pernah berkolaborasi dengan Sekaa Genjek Santhi Adnyana asal Tukad Base, Banjar Bangle dalam acara pernikahan salah seorang anggota Sekaa Genjek Santhi Adnyana pada tahun 2000.

Sekaa Genjek Widya Suara rutin pentas di villa yang ada di wilayah Bunutan setiap Hari Minggu

Seiring bejalannya waktu dan anggota Sekaa Genjek Budi Dharma banyak yang meninggalkan Desa Bunutan, membuat Sekaa ini tidak bisa tampil lengkap dan karena kekurangan anggota Sekaa. Mereka pun memutuskan untuk membubarkan Sekaa Genjek Budi Dharma pada tahun 2004. Namun seperti halnya kuku yang berapa kalipun dipotong pasti akan tumbuh kembali. Begitu pula dengan Seni Solah Genjek di Bunutan.

Seni Genjek yang dulunya bubar kini dibentuk kembali pada tahun 2015 oleh Nyoman Nertiana atau yang biasa dipanggil Candak. Sekaa Solah Genjek ini diberi nama Sekaa Genjek Widya Suara yang beranggotakan 18 orang asli dari Desa Bunutan. Diketuai kembali oleh Nyoman Kondri. Mantan Ketua Sekaa Genjek Budi Dharma. Nyoman Nertiana mengungkapkan alasannya membentuk kembali kesenian Solah Genjek di Bunutan. “Alasan saya membentuk kembali Sekaa Genjek ini karena ingin membangkitkan kembali kesenian Solah Genjek yang pernah ada di Bunutan”, ucapnya singkat.

Foto bersama setelah pementasan

Pada tanggal 09 Desember 2016, Sekaa Genjek Widya Suara ditunjuk untuk menjadi duta dari Polsek Abang dalam acara lomba genjek se-kabupaten Karangasem. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Polres Karangasem. Masing-masing Polsek yang ada di Kabupaten Karangasem mencari wakilnya untuk mewakili Polsek setempat. Pada hari pertama pementasan mempertemukan Sekaa Genjek perwakilan Polsek Rendang, Polsek Manggis , dan Polsek Selat.

Sekaa Genjek Widya Suara sebagai Wakil dari Polsek Abang bertemu wakil dari Polsek Kubu, dan wakil dari Polsek Bebandem pada hari kedua pementasan yang dipentaskan di Gedung Serbaguna Abang.

Nyoman Sudiarsana atau Suki (34 tahun) selaku wakil dari Sekaa Genjek Widya Suara mengungkapkan perasaannya kala itu. “Saya dan teman-teman Sekaa sangat bangga dan bersyukur karena Sekaa Genjek kami diberikan kepercayaan untuk mewakili Polsek Abang. Kami berusaha untuk memberikan penampilan kami yang terbaik bagi Polsek Abang dan para penonton. Setelah selesai tampil, kami tidak menyangka kalau Sekaa Genjek kami mendapat juara pertama dan sekaligus menjadi yang terbaik dari semua peserta / wakil Polsek setempat. Tak lupa puja dan puji syukur kami ucapkan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena berkat rahmat beliaulah kami bisa mendapatkan ini,” jelas Suki.

Sekaa Genjek Widya Suara menerima piala sebagai juara pertama

Sampai sekarang Sekaa Genjek Widya Suara rutin mengisi acara setiap hari minggu di salah satu villa di Bunutan. Kadang juga mengisi acara tahun baru dan acara lainnya di hotel maupun tempat lain yang ingin melihat seni solah genjek. Mereka juga rutin latihan untuk memantapkan penampilan mereka. Biasanya latihan dilakukan dua atau 3 hari sebelum pementasan.

 

Oleh : Sudhi Junior (Pewarta Warga Bunutan)

Komentar

Komentar

x

Check Also

Pordes Bunutan, Ajang Menjalin Solidaritas

Pekan Olahraga Desa (PORDES) Desa Bunutan yang diisi dengan pertandingan bola voli sudah berlangsung selama 3 hari. Pordes yang dibuka secara resmi oleh Sekcam Abang, I Gede Geden, SE. MAP Minggu, 16 Juli lalu ini menjadi ajang yang cukup bergengsi di Desa Bunutan. Bergensi karena merupakan sebuah keberhasilan Program Pemerintahan ...

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow