Home / Jurnalisme Warga / Underwater Clean Up untuk Menjaga Laut Tulamben

Underwater Clean Up untuk Menjaga Laut Tulamben

Tulamben, salah satu destinasi pariwisata bahari di Kabupaten Karangasem. Terkenal dengan situs kapal yang tenggelam (USAT Liberty Shipwreck). Selain itu juga masih banyak tempat penyelaman seperti Drop-Off dan Coral Garden. Dimana dua lokasi ini sangat berdekatan.

Di kedua tempat penyelaman tersebut terdapat sungai. Setiap musim hujan terjadi banjir yang membawa sampah ke laut. Sampah yang dibawa adalah sampah non organik dan organik. Sampah non organik seperti plastik, kaleng, sandal, kaleng dan lainnya. Yang berbahaya lagi jika sampah plastik menutupi karang dapat menyebabkan terumbu karang tidak sehat dan bahkan mati.

Melihat kondisi yang memprihatinkan dengan banyaknya sampah plastik di kedua tempat penyelaman tersebut, Organisasi Pemandu Selam Tulamben (OPST) melakukan kegiatan Tulamben Underwater Clean Up 2017 di Drop-Off dan Coral Garden. Ide ini berawal dari kegiatan rapat rutin OPST pada hari Rabu, 8 Maret 2017 bertempat di Sekretariat OPST. Disepekati kegiatan bersih-bersih bawah laut di Drop-Off dan Coral Garden pada hari Selasa,14 Maret 2017 mulai pukul 7.30 Wita.

Para peserta yang berpartisipasi saat pelaksanaan Tulamben Underwater Clean Up 2017 mulai dari anggota OPST, perwakilan pengusaha dive di Tulamben, kelompok dari Bondalem, Pacung, Lini, dan P3B.Total peserta yang ikut dalam kegiatan ini adalah 62 penyelam.

seorang penyelam memungut sampah

Pada kesempatan ini juga hadir Perbekel Tulamben I Nyoman Ardika. Dalam sambutannya perbekel Tulamben mengatakan Tulamben merupakan destinasi wisata bahari yang terkenal maka perlu dijaga, agar tidak tercemar oleh sampah plastik. Sudah saatnya para diver lokal menjaganya. Beliau sangat mendukung kegiatan ini dan berharap semoga kegiatan ini bisa menjadi agenda bulanan.

Selain itu pada kegiatan ini juga hadir anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karangasem Dapil Kubu I Nyoman Musna Antara. Dalam sambutannya beliau sangat mendukung kegiatan Tulamben Underwater Clean Up 2017. Beliau mengatakan akan memperjuangkan infrastruktur seperti lampu penerang jalan, kamar mandi dan tempat sampah di tiap dive site, serta mobil pengangkut sampah untuk Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Tulamben.

Sebelum memulai penyelaman, peserta terlebih dahulu mendapat pengarahan dari Ketua OPST Nengah Putu. Kedalaman yang disasar antara 3 meter sampai 20 meter. Dengan jumlah 62 peserta dibagi 2 kelompok yaitu, kelompok pertama menuju Drop-Off dan kelompok kedua menuju ke Coral Garden. Total sampah yang terkumpul setelah ditimbang adalah 120 kg sampah plastik. Kegiatan ini selesai pukul 10 pagi.

sampah di dasar laut

Kegiatan pembersihan bawah laut tersebut akan dilakukan secara berkala. Pesan yang terpenting adalah jangan pernah mencoret karang jenis apapun karena dapat merusak karang dan pariwisata Tulamben.

Tulisan oleh Nyoman Suastika, pewarta warga Tulamben

Komentar

Komentar

x

Check Also

Kisah Kakek asal Biaslantang saat Letusan Gunung Agung Tahun 1963

“ Pada tahun 1963 saya berusia sekitar 6 atau 7 tahun. Waktu itu saya menjadi angkatan kedua di SD 1 Purwakerthi,” tutur I Made Badung, saksi sejarah saat Gunung Agung meletus tahun 1963. Sebelum meletus, para pengungsi sudah berdatangan dari Desa Datah dengan berjalan kaki, karena dulu akses transportasi belum secanggih ...

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow