Home / Province of Bali / (Indonesia) Potensi Tinggi, Wisata Selancar di Keramas dan Kedungu Butuh Pengelolaan yang Lebih Baik

(Indonesia) Potensi Tinggi, Wisata Selancar di Keramas dan Kedungu Butuh Pengelolaan yang Lebih Baik

Sorry, this entry is only available in Indonesian. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Pantai Keramas dan Pantai Kedungu merupakan dua pantai yang diminati para peselancar karena pesona ombaknya. Untuk mengetahui kondisi, manfaat dan potensi pengembangan wisata selancar di kedua pantai ini, Youth Conservation Initiative (YCI) Bali melakukan penelitian Analisis Manfaat dan Potensi Pengembangan Wisata Selancar Di Desa Keramas, Gianyar dan Belalang Tabanan, Bali, Indonesia atau yang disebut riset surfonomic.

Setelah melalui proses turun lapangan untuk pengumpulan data, Februari lalu YCI Bali melakukan kegiatan pemaparan hasil penelitian di masing-masing desa. Kegiatan berlangsung tanggal 18 Maret di Desa Keramas dan 19 Maret 2021 di Desa Belalang yang masing-masing dihadiri perbekel beserta jajarannya, Keramas Board Rider dan Kedungu Surf Shack, perwakilan CI Indonesia dan YCI Bali. Presentasi hasil riset surfonomic ini dimaksudkan untuk mendapat masukan dalam penyempurnaan riset menjadi kajian ilmiah yang telah dilakukan oleh YCI Bali.

Perwakilan YCI Bali memaparkan hasil riset dengan pendampingan dari CI Indonesia. Dalam pemaparannya, I Putu Sugiantara menyebutkan bahwa penelitian berfokus pada analisis manfaat dan potensi pengembangan wisata selancar di dua desa, untuk mencari keterkaitan pariwisata terhadap kesadaran masyarakat dan komunitas terhadap pelestarian sumber daya pesisir.

Perbekel kedua desa mengapresiasi penelitian yang dilakukan para anak muda yang tergabung dalam YCI Bali ini. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi dasar bagi desa untuk membuat perencanaan pengelolaan wisata selancar yang bisa bermanfaat bagi perekonomian desa.

Riset CI Indonesia di Uluwatu (Suluban dan Padang-Padang) tahun 2014 menunjukkan bahwa pariwisata selancar mampu memberikan dampak ekonomi hingga mencapai Rp. 490 milyar setahun dengan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 243.939 orang setahun.

Dalam kesimpulan hasil riset yang disampaikan, Pantai Kedungu dan Keramas memiliki potensi yang tinggi untuk pengembangan wisata surfing dilihat dari faktor seperti banyaknya wisatawan tetap dan kondisi alam yang sangat mumpuni.

Kebanyakan ombak-ombak yang menjadi potensi ekonomi tersebut belum dikelola dengan baik dan komunitas peselancar lokal belum memahami perlunya perlindungan sumber daya sekitar area peselancar. Oleh karena itu, perlu adanya konsolidasi dengan komunitas setempat, pemerintah desa, dan masyarakat penggiat selancar. Selain itu, untuk mendukung program ini diperlukan pemetaan terkait kawasan selancar.

Riset surfonomic oleh YCI Bali ini menjadi bagian dari Program Konservasi berbasis Selancar telah diinisiasi oleh Conservation International (CI) Indonesia dengan dukungan mitra sejak tahun 2019. Kegiatan ini berfokus untuk melakukan perlindungan sumber daya pesisir dan ekosistemnya misal terumbu karang di sekitar lokasi-lokasi yang memiliki potensi ombak yang baik untuk selancar. Hal ini telah dikaji dalam riset yang telah dilakukan CI bahwa, di sekitar lokasi dengan ombak yang baik untuk selancar, terdapat area-area yang memiliki potensi terumbu karang yang relatif dalam kondisi baik. Untuk itu, diperlukan upaya perlindungan sumber daya di sekitar lokasi potensi ombak yang dilakukan oleh komunitas sekitar melalui peraturan desa setempat.

Komentar

Komentar

x

Check Also

(Indonesia) Sosialisasi PAIR di Hutan Desa Dukuh

Sorry, this entry is only available in Indonesian. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language. Hutan Desa Dukuh adalah hutan lindung seluas 455 ha yang kini dikelola oleh Lembaga Pengelola Hutan Desa ...

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow